KABAR BIREUEN-Bupati Bireuen diwakili Sekdaka Bireuen Ir H Zulkifli Sp membuka secara resmi kegiatan Peningkatan Pelayanan Pencatatan Sipil Secara Terpadu Tahun 2019.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Bireuen, Berlangsung di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Kabuaten Bireuen, Kamis (10/10/2019).

Pada kesempatan itu, Zulkifli mengatakan, melalui kegiatan ini yang ingin dicapai adalah akta kelahiran bisa dibuat tepat waktu, sebab peraturan yang berlaku bayi yang lahir lebih dari tiga hari kelahirannya tidak bisa lagi dibuat untuk pengurusan BPJS,

Untuk memperoleh Akta kelahiran dibutuhan kelengkapan persyaratan antara lain surat keterangan lahir dari rumah sakit ataupun dari bidan dan buku nikah

“Yang jelas untuk mengurus akta kelahiran ada syarat yang tidak dapat dilanggar, dan juga pihak BPJS dapat dibayar jika bayi itu sudah terdata,” ujar Zulkifli.

Dikatakan, banyak kaitannya yang perlu kita bahas dan diskusikan bagaimana terlaksana tepat waktu diantaranya sebelum bayi lahir atau sejak kehamilan sudah mulai dapat disiapkan persyaratan yang dibutuhkan.

Selain itu juga untuk memberi pelayanan jangan sampai ada anak tidak ada akte kelahiran, dengan harapan beban masyarakat dapat kita ringankan.

Pada kesempatan itu Zulkifli juga mengatakan, dalam upaya memberikan pelayanan bagi masyarakat Pemkab Bireuen juga akan mengelar Isbath Nikah, sehingga warga masyarakat dapat memiliki buku nikah dalam hal ini juga butuh dukungan dari Kementerian Agama.

Sebelunnya, Kadis Dukcapil Bireuen, Ir. M. Jafar, MM melaporkan, kegiatan ini diselenggarakan dengan maksud menyamakan persepsi tentang perubahan, kebijakan dalam penyelenggaraan admininstrasi kependudukan khususnya tentang percepatan kepemilikan akta kelahiran dengan pendataan bayi sejak ibu memeriksa awal kehamilan

“Selain itu, untuk mengkaji ulang kesepakatan yang pernah dibuat antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bireuen dengan dinas kesehatan, rumah sakit umum daerah dr. Fauziah dan rumah sakit swasta dalam Kabupaten Bireuen,” jelasnya.

Rencana kerja tindak lanjut pelayanan pencatatan sipil secara terpadu untuk mewujudkan pelayanan pencatatan sipil yang membahagiakan masyarakat

Dengan tujuan, meningkatkan tertib administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di kabupaten bireuen guna menghasilkan data dan informasi yang cepat, tepat dan akurat.

Kegiatan ini diikuti 70 orang sebagai peserta terdiri dari pejabat struktural dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Dinas Sosial, Kementerian Agama, pimpinan rumah sakit dalam Kabupaten Bireuen, Kasie Pemerintahan Kecamatan, ketua IBI, koordinator bidan desa, ketua asosiasi keuchik 17 kecamatan. (Herman Suesilo).

BAGIKAN