KABAR BIREUEN, Bireuen – Sopir Camat Kota Juang, Taufik, membantah telah mengancam wartawan Dialeksis.com, Fajrizal alias Fajri Bugak.
Taufik berkilah, malam itu dia hanya mengajak Fajri duduk bersama sambil ngopi, agar dia bisa menjelaskan persoalan yang sebenarnya. Sebab, menurutnya, itu bukan seperti yang diberitakan.
Bantahan tersebut sebagaimana dikutip dari hasil konfirmasi Dialeksis.com, Minggu (14/4/2024) siang.
“Berita dimuat di Dialeksis.com yang ditulis saudara Fajri, tidak semuanya benar. Tidak ada pungli, karena pengutipan sewa lapak itu sesuai dengan hasil kesepakatan semua pihak,” jelas Taufik dalam klarifikasinya itu, saat dikonfirmasi Dialeksis.com.
Seharusnya agar berita tersebut berimbang, kata dia, harus ada penjelasan dari pimpinannya. Bukan menulis berita versi wartawan saja, namun penjelasan dari pihak lain juga perlu diberi ruang.
Menurut Taufik, dengan adanya pemberitaan yang menyudutkan dirinya, dia merasa malu dengan keluarga dan kerabatnya. Karena berita itu telah mencemarkan nama baik dan menyudutkannya.
Seharusnya, sebut Taufik, berita yang ditulis tidak seperti itu. Harus ada juga penjelasan dari pimpinannya, sehingga nama baik tidak dicemarkan.
Dalam keterangannya kepada Dialelsis.com, pada intinya Taufik mengaku, tidak melakukan pengancaman. Bahkan, dia ingin berbagi dengan wartawan Dialeksis.com itu, dengan mengajaknya ngopi bersama.
-

Foto tangkapan layar rekaman suara melalui HP, sebagai bukti dugaan pengancaman terhadap Fajri Bugak.
“Namun, saudara Fajri tidak menyetujuinya,” demikian penjelasan pegawai honorer di Kantor Camat Kota Juang tersebut, seperti dipublish Dialeksis.com.
Tentu saja, untuk keberimbangan berita, bantahan itu sah-sah saja dan haknya yang bersangkutan. Namun, perkataan yang telah dikeluarkan, tak mungkin ditarik kembali. Ibarat kata orang Aceh, meunyoe su kalheuh takeulua, adak tapeu guda pih hantateumee le.
Soalnya, ada bukti rekaman suara saat dia menelepon Fajri Bugak malam itu sebagai pembanding. Bila disimak dari rekaman suara tersebut, sangat bertolak belakang dan tidak seirama dengan bantahannya tadi.
Dalam rekaman itu, tidak terdengar sepatah kata pun Taufik mengajak Fajri ngopi bersama. Dengan nada suara keras dan marah-marah, dia hanya mengajak Fajri bertemu. Taufik tidak mau menyebutkan keperluannya mengajak bertemu.
BACA JUGA: Diduga Ancam Bunuh Wartawan, Sopir Camat Kota Juang Dilaporkan ke Polisi
Malah yang lebih dominan dari dua bukti rekaman itu, Taufik mencaci-maki Fajri dengan kata-kata yang tak pantas. Selebihnya, dia juga diduga mengancam bunuh Fajri.
Buktinya seperti kata-kata, “Kamu tunggu saja, apa kamu yang habis umur atau aku habis umur”. Ada lagi ancamannya yang tak kalah mengerikan, “Kuculik nanti kau. Di leher kau kutikam”.
Meski begitu, mana yang benar dan siapa berbohong dalam kasus dugaan pengancaman wartawan yang menghebohkan itu, masih belum diketahui. Biarlah fakta yang akan berbicara. Sesuai hasil pemeriksaan penyidik Polres Bireuen nantinya. (Suryadi)











