KABAR BIREUEN – Sejumlah 380 santri Taman Pendidikan Al Quran Darul Jadid Meunasah Kulah Batee Bandar Bireuen tingkat Ibtidaiyah, Sanawiyah dan Aliyah ikuti lomba MTQ tahunan ke-IX di halaman Meunasah tersebut, Rabu malam (15/7/2020)

MTQ yang dibuka Camat Kota Juang Drs Jalaluddin, M Si turut dihadiri unsur Muspika Kota Juang, Ketua Umum panitia MTQ, H Mustafa Umar, pimpinan TPA Darul jadid Tgk M Yusuf Alamsyah Meunasah Kulah Batee, para orang tua santri dan sejumlah undangan lainnya.

Ketua Umum panitia MTQ H Mustafa Umar didampingi pimpinan TPA Darul Jadid dalam keterangannya kepada Kabar Bireuen di Meunasah Kulah Batee disela-sela pelaksanaan MTQ Rabu malam (15/7/2020) menjelaskan, peserta lomba MTQ TPA Darul Jadid tahun 1441 H (2020 M) sebanyak 380 santri.

Dikatakan, pelaksanaan lomba MTQ diselengarakan TPA Darul Jadid Meunasah Kulah Batee tetap berpegang kepada petunjuk Protokoler Kesehatan.

Lomba MTQ ke-IX tahun 2020 berlangsung 15 Juli dan akan berakhir 25 Juli 2020, mengingat pesertanya cukup banyak terpaksa dilaksanakan pagi hari, sore hari dan malam hari, untuk tingkat Ibtidaiyah, Sanawilah dan Aliyah.

Ketua umum Panitia MTQ H Mustafa Umar (kanan) dan Pimpinan TPA Darul Yadid Tgk M Yusuf Alamsyah (kiri).

Cabang MTQ yang diperlombakan antar santri TPA Darul Jadid Meunasah Kulah Batee, yaitu Cabang Tilawatil Quran, Pidato Bahasa Indonesia, Syarhil Quran, Azan, Praktek Shalat, Hafalan Juz 30, Hafalan Surat Yasin, Iktikad 50 lengkap dengan dalil, Doa sehari-hari, Doa selesai Shalat dan lomba praktek shalat jenazah.

Pimpinan Taman Pendidikan Al Quran Darul Jadid Tgk M Yusuf Alamsyah menjelaskan, TPA Darul Yadidi didirkan tahun 2001 saat ini memiliki 544 orang santri.

Fasilitas TPA memiliki 32 ruang belajar, dengan jam belajar pagi hari, siang, sore dan malam hari dengan penaga pengajar sebanyak 32 orang berasal dari guru-guru dayah di Bireuen dan sekitarnya.

Sementara santri berasal dari kota Bireuen dan beberapa kecamatan luar kota Bireuen, hingga saat ini sudah over kapasitas.

“Berhubung hanya memiliki 32 lokal belajar untuk sementara belum dapat menerima santri baru. Berkenaan dengan penyelengaraan lomba MTQ dilaksanakan setiap tahunnya, disamping untuk melatih mental dan mendorong semangat belajar para santri,” ujarnya. (H.AR Djuli).

 

BAGIKAN