KABAR BIREUEN, Kuta Blang — Sudah 36 hari pascabanjir dan longsor menerjang wilayah Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, namun hingga kini jalan putus sepanjang sekitar 500 meter di Gampong Babah Suak belum juga mendapat penanganan.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga karena ancaman banjir susulan bisa menenggelamkan permukiman dan memutus total akses keluar-masuk gampong.
Jalan tersebut tergerus banjir pada Rabu (26/11/2025) lalu, akibat meluapnya Krueng Tingkeum atau Krueng Peusangan. Air bah kala itu menerjang permukiman warga, merendam rumah, serta menutup lahan persawahan dengan lumpur tebal.
Warga Cot Me, Safrizal, kepada Kabar Bireuen, Rabu (31/12/2025), menyampaikan, kondisi sungai saat ini semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, badan sungai sudah rata dengan daratan sehingga air mudah meluap ke perkampungan saat debit meningkat.
“Kalau air Krueng Tingkeum membesar, langsung masuk ke perkampungan karena sungainya sudah rata. Jalan yang putus itu menjadi jalur air,” ujar Safrizal.

Dijelaskannya, luapan sungai tersebut berpotensi berdampak luas, tidak hanya bagi Gampong Babah Suak, tetapi juga Cot Me, Pulo Nga, Cot Baroh, dan Pulo Awe di Kecamatan Kuta Blang, serta sejumlah gampong di Kecamatan Gandapura, seperti Samuti Rayeuk, Samuti Makmur, Samuti Pante, dan Mon Keulayu
Safrizal mendesak pemerintah segera turun tangan dengan mengerahkan alat berat untuk membangun kembali jalan di aana, sekaligus membuat tanggul penahan air.
“Jalan itu harus segera diperbaiki dan dijadikan tanggul penahan air dari Krueng Tingkeum. Kalau tidak, kami khawatir Babah Suak dan gampong sekitar bisa hilang,” tegasnya.
Pantauan media ini di lokasi, aliran sungai kini sangat dekat dengan permukiman warga. Putusnya badan jalan membuat Gampong Babah Suak seolah terbelah, bahkan berpotensi terisolasi total saat banjir datang, karena aliran sungai mengarah langsung ke jalur menuju Mon Keulayu.
Warga berharap, pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan agar ancaman bencana lanjutan dapat dicegah dan aktivitas masyarakat kembali normal. (Faisal Ali)












