Sabtu, 18 April 2026

Tuntut Huntara, Pengungsi Korban Banjir Dirikan Tenda di Halaman Kantor Bupati Bireuen

KABAR BIREUEN, Bireuen — Sejumlah pengungsi korban banjir dari Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, mendirikan tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen (Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen), Cot Gapu, Kamis (12/3/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus tuntutan agar Pemkab Bireuen segera menyediakan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir yang hingga kini masih tinggal di tenda darurat.

Para pengungsi tiba di kantor pusat pemerintahan tersebut sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka datang bersama anak-anak, orang tua, dan kepala keluarga, sambil membawa berbagai perlengkapan untuk bertahan di lokasi, seperti tenda, peralatan dapur, beras, serta bahan makanan.

Seorang pengungsi, Jamilah, mengatakan, aksi mendirikan tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen dilakukan karena warga sudah tidak sanggup lagi tinggal di tenda darurat di kampung mereka.

“Kami mendirikan tenda di depan Kantor Bupati Bireuen untuk menuntut hak kami. Kami ingin hunian sementara, kami ingin hak kami diberikan,” kata Jamilah.

Menurut para pengungsi, kondisi tenda darurat di desa mereka sangat tidak layak. Pada siang hari terasa sangat panas, sementara saat hujan turun air kerap masuk karena tenda bocor.

Warga juga menuntut kejelasan dari Pemerintah Kabupaten Bireuen terkait penyediaan hunian sementara maupun hunian tetap bagi masyarakat yang rumahnya rusak atau hilang akibat bencana banjir.

Salah seorang warga, Aspiana, mengaku, hingga kini belum menerima bantuan apa pun, meski rumahnya hilang akibat banjir.

“Masa yang masih ada rumah dapat bantuan seperti DTH. Saya kehilangan rumah tapi tidak dapat apa-apa,” ujar Aspiana.

Ia menegaskan, tidak akan kembali ke kampung, sebelum pemerintah daerah memberikan kepastian mengenai hunian sementara bagi para korban.

Para pengungsi sedang berada dalam tenda yang dipasang di halaman Kantor Bupati Bireuen. (Foto: Suryadi/Kabar Bireuen)

Hal serupa disampaikan Badriah. Ia mengatakan, para pengungsi akan tetap bertahan di depan Kantor Bupati Bireuen hingga tuntutan mereka dipenuhi.

“Kami tidak akan pulang, sebelum hak kami diberikan. Kami butuh hunian sementara,” katanya.

Para warga juga membantah pernyataan pihak pemerintah daerah yang sebelumnya menyebut korban bencana menolak pembangunan hunian sementara.

Suratin, pengungsi lainnya, mengatakan, pemerintah daerah tidak pernah berdiskusi langsung dengan warga korban banjir mengenai rencana pembangunan huntara.

“Kami sangat membutuhkan hunian sementara. Pemerintah tidak pernah mendiskusikan dengan kami,” kata Suratin.

Menurutnya, pernyataan yang menyatakan warga menolak pembangunan huntara, tidak benar.

“Pernyataan pemerintah yang mengatakan kami korban banjir menolak huntara, itu tidak benar,.Yang benar, kami sangat butuh huntara” tegasnya.

Hingga kini para pengungsi masih bertahan dan mendirikan tenda di area sekitar Kantor Bupati Bireuen. Tiga petugas Satuan Polisi Pamong Praja sempat meminta warga agar tidak mendirikan tenda di kawasan perkantoran pemerintah, namun para korban bencana tetap memilih bertahan.

“Kami tidak sanggup lagi tinggal di kampung. Kalau di sini agak dingin karena ada pohon. Kami tetap mendirikan tenda di sini sampai hak kami diberikan,” kata seorang pengungsi perempuan. (Suryadi) 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang. Kabar duka...

Seru dan Edukatif, Siswa Sukma Bangsa Bireuen Jelajah Museum Rumah Aceh Pijay 

0
KABAR BIREUEN, Pidie Jaya - Sebanyak 51 siswa kelas V-Komet dan V-Matahari SD Sukma Bangsa Bireuen mengikuti kegiatan school visit ke Museum Rumah Aceh...

Fenomena ‘Flexing’ di Media Sosial: Pintu Masuk Ditjen Pajak Memantau Profil Wajib Pajak

0
Oleh: Sarah Rifqi Mauliza Mahasiswi Fakultas Hukum UNIKI FENOMENA 'flexing' atau pamer kekayaan di media sosial kini tak lagi sekadar soal gaya hidup atau pencitraan. Di...

Selamat Ulang Tahun ke-9 Kabar Bireuen

0
Oleh: Anwar, S.Ag, M.A.P Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen SEMBILAN tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah media lokal untuk bertahan di tengah hantaman gelombang...

677 Hektare Sawah Rusak Sedang di Bireuen Mulai Direhabilitasi Pascabanjir

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Prmkab) Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan mulai melakukan pembersihan dan pembenahan lahan persawahan yang rusak sedang seluas...

KABAR POPULER

Petisi Belum Diteken, Koalisi Gerakan Sipil Bireuen Tagih Komitmen Bupati Mukhlis

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Koalisi Gerakan Sipil Kabupaten Bireuen menyatakan kekecewaan mendalam terhadap sikap Bupati Bireuen yang dinilai belum menepati komitmennya untuk menandatangani petisi tuntutan pemenuhan...

677 Hektare Sawah Rusak Sedang di Bireuen Mulai Direhabilitasi Pascabanjir

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Prmkab) Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan mulai melakukan pembersihan dan pembenahan lahan persawahan yang rusak sedang seluas...

Selamat Ulang Tahun ke-9 Kabar Bireuen

0
Oleh: Anwar, S.Ag, M.A.P Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen SEMBILAN tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah media lokal untuk bertahan di tengah hantaman gelombang...

Temui Menteri ATR/BPN, Bupati Mukhlis Tuntaskan Kebuntuan RTRW Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Jakarta — Setelah bertahun-tahun terhambat, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bireuen akhirnya mencapai titik terang. Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, memastikan...

Pimpinan Media Lokal Bireuen Kecam Keras Diskominsa, Utamakan Jalin Kerja Sama Publikasi dengan Portal...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) yang menjalin kerja sama publikasi kegiatan pemerintah dengan...