Jumat, 16 Januari 2026

Tingkat Pendidikan Tiga Desa di Kecamatan Simpang Mamplam Masih Rendah

KABAR BIREUEN– Minimnya angka partisipasi masyarakat di Gampong Ie Rho, Kecamatan Simpang Mamplam dalam melakukan imunisasi kepada anak.

Alasannya, sebut Keuchik Ie Rhob,Syarwani beragam, diantaranya karena ketakutan terhadap isu vaksin palsu, mengandung vaksin babi, larangan suami karena khawatir usai diimunisasi malah bertambah sakit (demam) dan lainya.

Itulah antara lain kendala, permasalahan dan keluhan masyarakat dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh GeRAK Aceh dan didukung oleh The Asia Foundation (TAF) di meeting room Bireuen Jaya Hotel, Rabu (17/5/2017) kemarin.

Di bidang pendidikan, Syarwani mempertanyakan ada siswa “luarbiasa” yang tingkat kemampuannya dibawah rata-rata, namun kemudian terkesan “dipaksakan” untuk naik kelas?.

“Misal SD Negeri 13 Simpang Mamplam, di sana terdapat sekitar 200 siswa, mayoritas mereka tidak tau apa-apa,’ keluhnya.

Sementara di Gampong Paku, Kecamatan Simpang Mamplam, Sebutr Sekde Bukhari, akses jalan yang cukup jauh , dimana untuk anak-anak sekolah  harus emnempuh jarak  lebih kurang 5 km ke sekolahnya. Padahal, Pemkab Bireuen pernah menjajikan  mobil pick up untuk mempermudah transportasi untuk pendidikan, namun belum ada tindaklanjutnya sampai sekarang.

Tak hanya itu, infrastruktur jalan yang sangat buruk, ditambah perekonomian warga yang masih rendah, menyebabkan banyak anak yang putus sekolah.

“Di Gampong Paku, tidak ada satu pun mahasiwa, mereka mayoritas  hanya lulusan SMP. Hanya ada  seorang sarjana di sini , itupun pendatang,” katanya.

Di Krueng Meuseugop, Simpang Mamplam, Keuchik Asnawi menanyakan bagaimana status antara PAUD pribadi dengan PAUD desa, apakah keduanya dibolehkan menggunakan dana desa atau tidak.

Hal serupa juga dikeluhkan Lindayani, Tuha Pakat Kecamatan Simpang Mamplam, yang meminta agar persoalan mengenai PAUD ditindaklanjuti. Selama ini masalah di PAUD itu ada dua, yaitu pengurusan perizinan dan guru. Tahun 2016 sebanyak enam desa tidak membangun PAUD.

FGD tersebut diselenggarakan oleh GeRAK Aceh dan TAF dalam program peningkatan partisipasi publik dan pertanggungjawaban sosial.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur dari DPMG-PKB, Bireuen, Disdikpora bireuen, Dinkes, Tenaga Ahli P3MD, dan unsur lainnya. (Ihkwati)

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

PC APRI Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya Dikukuhkan, Ketua PW: APRI Harus Bermanfaat...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Aceh kembali melaksanakan agenda pengukuhan Pengurus Cabang (PC) APRI di...

PMI Bireuen Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen salurkan bantuan perlengkapan sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Kamis (15/1/2026). Bantuan...

Peringati Isra Miraj di Tengah Bencana, Pemkab Bireuen Ajak Warga Perkuat Shalat dan Ketakwaan

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di tengah suasana keprihatinan akibat bencana...

Dosen Umuslim Pasang PLTS Hibrid di Bivak, Dusun Terisolasi Itu Kini Kembali Terang

0
KABAR BIREUEN, Juli – Setelah lebih dari sebulan hidup tanpa aliran listrik pascabanjir besar, warga Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen,...

Korban Banjir di Aceh Terima Bantuan Rp2,5 Miliar dari PT Tiara Marga Trakindo

0
KABAR bIREUEN, Banda Aceh — Korban banjir di Aceh menerima bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar dari PT Tiara Marga Trakindo (TMT). Bantuan tersebut diterima...

KABAR POPULER

Camat Peusangan: Korban Banjir di Pante Lhong Tidak Butuh Huntara

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Warga korban banjir dan tanah longsor di Gampong (Desa) Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, tidak membutuhkan hunian sementara (huntara). Hal...

Bantah Tudingan Timbun Bantuan, Pemkab Bireuen Pastikan Distribusi Logistik untuk Korban Bencana Lancar dan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen secara tegas membantah isu penimbunan barang bantuan di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Tuduhan...

Dosen Umuslim Pasang PLTS Hibrid di Bivak, Dusun Terisolasi Itu Kini Kembali Terang

0
KABAR BIREUEN, Juli – Setelah lebih dari sebulan hidup tanpa aliran listrik pascabanjir besar, warga Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen,...

Korban Banjir di Aceh Terima Bantuan Rp2,5 Miliar dari PT Tiara Marga Trakindo

0
KABAR bIREUEN, Banda Aceh — Korban banjir di Aceh menerima bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar dari PT Tiara Marga Trakindo (TMT). Bantuan tersebut diterima...

Peringati Isra Miraj di Tengah Bencana, Pemkab Bireuen Ajak Warga Perkuat Shalat dan Ketakwaan

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di tengah suasana keprihatinan akibat bencana...