KABAR BIREUEN-Ramadhan  merupakan bulan yang penuh keberkahan Kesempurnaan Ibadah Ramadhan di 10 hari terakhir bulan Ramnadhan yang memiliki nama yang banyak, dalam arti yang sama-sama mulia.

Ramadhan sebagai Syahrullah karena Allah menyandarkan puasa pada diri-NYA. Disebut Syharul Qur’an karena didalamnya diturunkan Al Qur’an. Disebut Syahrus Siyam karena di bulan Ramadhan dilatih diri untuk melaksanakan ibadah yang Allah sandarkan kepada diri-NYA bagi yang berpuasa.

Demikian disampaikan Imam Besar Masjid Agung Sultan Jeumpa, Drs Tgk H Jamaluddin Idris dalam memberikan ceramah subuh terakhir Ramadhan  dihadapan jamaah subuh Masjid Agung Sultan Jeumpa,  Selasa subuh (4/6/2019).

Syahrul Rahmah karena dibulan ini Allah melimpahkan rahmat-NYA kepada hamba-hamba-NYA dan bulan ini berlanjut hingga di sepuluh hari terakhir Ramadhan disebut dengan malam “ Lailatul Qadar”

Malam “Lailatul Qadar” disebutkan dalam Al-Quran lebih baik dari malam seribu bulan. Dikatakan, “ Lailatul Qadar merupakan malam yang mulia,  akan menetapkan masa depan umat manusia. Pada malam itu para malaikat turun ke bumi membawa ketenangan dan kedamaian.

Amalan-amalan utama yang patut dikerjakan memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan ada tiga amalan yang  diamalkan, memperbanyak sedekah, memperbanyak membaca Al-Quran dan ketiga memperbanyak i’tikaf di masjid.

Dalam 10 hari terakhir Ramadhan, sedekah merupakan amalan yang utama . Keutamaan ini tidak hanya didapatkan oleh orang yang bersedekah, namun dinikmati juga oleh orang yang menerimanya.

Hal ini menggambarkan bahwa sedekah tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah namun juga mendekatkan hubungan baik untuk sesama.

Di hari-hari bulan Ramadhan setiap muslim bersedekah untuk menghidangkan makanan dan minuman  berbuka puasa, shahur,  dan santunan kepada anak yatim piatu serta sedekah untuk kegiatan keagamaan lainnya.

“Keutamaan sedekah tidak hanya di 10 hari terakhir Ramadhan tetapi juga disetiap hari Ramadhan meskipun sedekah itu jumlah sedikit, yang paling utama dari sedekah bukanlah jumlah nominalnya, melainkan keistiqamahannya,” ujar Tgk H Jamaluddin Idris.

Dikemukakan, membaca Al Qur’an termasuk amalan yang utama memasuki 10 hari terakhir di bulan  Ramadhan dan pada bulan ini “ Nuzulul Qur’an” diperingati umat muslim..

Menurut Rasullah SAW, membaca Al Qur’an sebagai upaya untuk berkomunikasi kepada Allah SWT dan akan mendapat berbagai keistimewaan, hidup lebih bahagia, selamat dari hisab di hari mahsyar, mendapat naungan (rahmat) Allah di hari pembalasan serta mendapat petunjuk tidak akan tersesat.

Selain itu memperbanyak I’ktikaf di masjid. I’tikaf artinya berdiam di dalam masjid dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pelaksanaan i’tikaf, tidak bisa dipisahkan dari momentum untuk memperoleh  Lailatul Qadar. I’tikaf  harus dilakukan di masjid sebagai wujud syiar agama Allah.

“Untuk menggapai kemuliaan 10 hari terakhir bulan ramadhan ini, i’tikaf tidak hanya berdiam saja tanpa melakukan apapun. Sesuai dengan tujuan i’tikaf untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,  maka orang beri’tikaf  mengisi amal ibadah. Amalan-amalan seperti shalat sunnat, membaca Al-Qur’an, bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir, istighfar, shalawat Nabi, serta memperbanyak do’a dan tafakkur harus menjadi pelengkap i’tikaf,” jelas Tgk H Jamaluddin Idris. (H.AR Djuli)

 

BAGIKAN