Jembatan pintu masuk dan keluar Terminal Bus sudah jebol rusak berat dilalui truk tronton tonase tinggi yang melakukan bongkar muat barang di Terminal Bus Geulumpang Payong,

KABAR BIREUEN – Sudah delapan tahun lebih Terminal Bus  Tipe B  Bireuen yang dibangun di Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa saat ini dalam kondisi rusak berat sebelum difungsikan.

Terminal yang selesai dibangun pada 2012 lalu, dengan anggaran dana Otonomi Khusus (Otsus) senilai Rp 3.016.695.000, tidak terawat dan terkesan dibiarkan telantar.

Pembangunan Terminal Bus baru di Desa Geulumpang Payong sekitar tiga kilometer sebelah barat kota Bireuen untuk pemindahan Terminal bus antar Propinsi berlokasi di kota Bireuen yang sudah tidak layak lagi karena kondisinya sudah sempit tak mampu menampung bus-bus berbadan lebar antar propinsi, bus berbadan sedang antar kota/Kabupaten di kota transit Bireuen.

Koordinator Terminal Bus Tipe B Bireuen Marzuki Juned yang dikonfirmasi Kabar Bireuen di kantor Terminal Bus Geulumpang Payong, Selasa (21/7/2020), membenarkan Terminal tipe B Bireuen yang sudah bertahun’-tahun dibangun tersebut hingga saat ini belum difungsikan.

Dikatakan, untuk memfungsikan peresmian Terminal Bus Tipe B wewenang Dishub Propinsi Aceh. Tapi kondisi Terminal tipe B di Geulumpang Payong Bireuen belum difungsikan.

“Kondisi Terminal Bus sudah dalam keadaan rusak berat, atap sudah banyak yang bocor, loteng Terminal sudah rusak perlu direhab terlebih dahulu,” ujar Marzuki.

Jembatan pintu masuk dan keluar Terminal Bus sudah jebol rusak berat dilalui truk tronton tonase tinggi yang melakukan bongkar muat barang di Terminal Bus Geulumpang Payong,

Amatan Kabar Bireuen, Kondisi Terminal Bus Tipe B Bireuen yang ditelantarkan bertahun-tahun itu terkesan ibarat Terminal tak bertuan. Padahal Bireuen sebagai kota transit, Sumatera, Jawa, dan seluruh Aceh sangat butuh sebuah terminal tipe B.

Akibat Terminal Bus Tipe B Geulumpang Payong tidak berfungsi, bus-bus antar Propinsi, antar Kabupaten yang melintasi jalan lintas Sumatera banyak tidak masuk terminal dan sudah bertahun-tahun Pemerintah Aceh kehilangan retribusi parkir bus antar Propinsi dan antar Kabupaten Bireuen.

Selain itu akibat belum berfungsinya Terminal Bus Tipe B Geulumpang Payong, bus angkutan penumpang umum, berukuran sedang, L 300 dan labi-labi antar Kecamatan tidak ada tempat parkir bus menaikkan dan menurunkan penumpang.

Bus-bus tersebut terpaksa parkir menaikkan dan menurunkan penunmpang di kawasan jalan terlarang, seperti di jalan Gajah ujung utara, jalan depan Telkom hingga titi rumbia.

Meskipun pihak petugas Disbub Bireuen bersama Satlantas Polres Bireuen melakukan penertiban terhadap bus-bus tersebut namun masih tetap parkir menaikkan dan menurunkan penupang di kawasan terlarang.

Masyarakat Bireuen sangat berharap kepada Dishub Aceh agar dapat segera merehab dan meresmikan Terminal Tipe B Bireuen.

“Agar kesemrautan parkir bus angkutan umum di Bireuen dapat diatasi dengan baik,” ujar Jailani salah seorang warga Bireuen. (H.AR Djuli/)

BAGIKAN