Sejak Diresmikan, Dari 106 Kios di Pasar Kering Bireuen Baru Empat Kios yang Ditempati

KABAR BIREUEN, Bireuen – Deretan kios-kios yang berjajar di pasar kering di eks Pasar ikan lama Bireuen, Gampong Bireuen Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang, Bireuen masih tertutup rapat.

Dari 106 unit kios di lokasi tersebut, baru empat kios yang buka dan ditempati.

Padahal, kios permanen berukuran 4×6 dan 4×4 yang dibangun Pemerintah Kabupaten Bireuen itu sudah diresmikan Pj Bupati Bireuen, Aulia Sofyan P.hD pada 31 Januari 2024 lalu. Namun, hampir tiga bulan berlalu, penyewa kios tersebut belum juga membuka usahanya.

Pantauan Kabar Bireuen, Jumat (19/4/2024) siang, hanya ada dua kios yang saja yang dibuka yaitu kios U.D Usaha Muda yang menjual bahan kue dan plastik serta Kenzzi Cell. Sementara kios baju dan pangkas rambut tutup.

Salah seorang penyewa kios, Muhammad Maurrazi yang sudah membuka usaha diberi nama Kenzzi Cell kepada Kabar Bireuen menyebutkan, sejak berjualan pulsa, transfer uang, voucher game, Top Up OVO, token listrik, dan menyediakan kopi, dua bulan lalu, setiap harinya ada saja yang mampir dan membeli dagangannya.

“Meski memang belum banyak, tapi lumayanlah. Kalau saja kios-kios ini banyak yang buka, pasti penjualan usaha saya makin meningkat,” katanya.

Dia tidak tahu apa kendala sehingga penyewa belum menempati kios-kios yang tersebut. Padahal, ada sejumlah penyewa yang pernah berbincang dengan dirinya mengungkapkan akan membuka kios pada Ramadhan kemarin, tapi nyatanya sampai hari ini belum dibuka juga.

Terkait kendala belum difungsikannya pasar kering tersebut dengan maksimal, Kabar Bireuen mengonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop dan UKM) Bireuen, Irfan, SPd, Jumat (19/4/2024).

Irfan menyebutkan, dalam waktu dekat ini , pihaknya akan mengadakan rapat dengan keuchik Bireuen Meunasah Capa dan Camat untuk mengfungsikan kios-kios tersebut.

Julfikar, SP. Kepala Bidang Penataan Pasar dan Pelayanan Retribusi Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Bireuen. (Foto: Ihkwati/Kabar Bireuen)

“Untuk lebih jelasnya mengenai pasar kering tersebut silahkan ditanyakan kepada Pak Joel (Kabid Penataan Pasar),” sebut Irfan.

Sementara itu, Kepala Bidang Penataan Pasar dan Pelayanan Retribusi Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Bireuen, Julfikar SP menyebutkan sampai saat ini memang baru empat kios saja yang sudah ditempati dari total 106 kios yang dibangun Pemkab Bireuen.

“Sebagian besar kios itu sudah kita bagikan, sisanya sesuai dengan arahan Pak Pj Bupati Bireuen saat peresmian agar diserahkan kepada keuchik dan camat untuk mencarikan penyewa yang mau berjual di kios-kios tersebut. Ada 36 kios yang dimintakan kepada mereka untuk dicarikan yang mau menempatinya,” ungkap pria yang akrab disapa Joel itu.

Dikatakannya, ada sejumlah kendala yang menyebabkan pedagang belum mau menempati kios-kios tersebut.

Salah satu kendala di pasar ini adalah jalan akses di sebelah utara masih terganggu yaitu jalan di depan Rumah Sakit Umum dr Fauziah Bireuen masih ada pedagang sayur dan pedagang pisang.

Jalan akses sebelah timur masih terganggu karena ada terpal di ikatkan pedagang kios lama, sehingga mengganggu jalan masuk kendaraan ke komplek pasar.

Sehingga perlu koordinasi dengan Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Satpol PP, dan Camat Kota Juang, Keuchik Bireuen Meunasah Capa untuk menertibkan pedagang ikan, daging dan sayur yang masih berjualan di lokasi pasar kering.

Dan penertibkan pedagang mengikat terpal di atas badan jalan kesannya pasar menjadi kumuh.

Muhammad Maurazzi, salah seorang pedagang yang menyewa kios di Pasar Kering eks Pasar ikan lama Bireuen, Gampong Bireuen Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, Jumat (19/4/2024). (Foto: Ihkwati/Kabar Bireuen)

“Para penyewa khawatir dagangannya tidak laku karena kendala tersebut, lojadi yang masuk ke dalam. Karena itu sampai saat ini baru ada 4 kios yang buka,” katanya.

Disebutkan Julfikar, pihaknya sudah memberitahukan kepada para penyewa agar segera menempati kios-kios tersebut, kalau dalam waktu dekat tidak juga dibuka, maka akan ditarik kembali.

Begitu juga halnya dengan keuchik dan camat, kata Julfikar, juga akan dilakukan koordinasi dan rapat terkait kios tersebut.

Pasar lama Kota Bireuen di Gampong Bireuen Meunasah Capa, direlokasi seluruhnya ke Pasar Induk Bireuen pada tahun 2018.

Kemudian tahun 2021 dibangun kembali menjadi pasar kering seperti sekarang, tahun 2023 dilanjutkan pembuatan jalan rabat beton dan saluran telah selesai 100 persen.

Sedangkan jumlah kios ada 106 unit yang terdiri dari kios ukuran 4×6 ada 22 unit (14 Unit dibangun tahun 2019 dan 8 unit dibangun tahun 2021-red), dan kios 4×4 ada 84 unit dibangun tahun 2021.

Diperuntukan untuk pasar kering bagi pedagang berjualan pakaian, asesoris, pecah belah, aneka plastik, Hand Phone (HP) dan aneka mainan.

Harga sewa kios 4×4 = 16 M2 x Rp22.000 = Rp352.000 x 12 bulan Rp4.224.000, dan kios 4×6 M2 x Rp18.000 = Rp432.000 x 12 bulan Rp5.184.000. (Ihkwati)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Tim Putra RSUD dr Fauziah dan Tim Putri Puskesmas Kuala Juara Turnamen Bola Voli...

0
KABAR BIREUEN, Jeumpa - Turnamen Bola Voli antar Puskesmas dan Instansi Kesehatan se-Kabupaten Bireuen dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026,...

Pasca Insiden di Tiro, Kapolda Aceh Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Tidak Terprovokasi

0
KABAR BIREUEN, ‎Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengimbau masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Pidie, agar tetap tenang, menahan diri, dan tidak...

Cucu Pendiri Almuslim Pertanyakan Keabsahan Mubes X, Ingatkan Amanah Wakaf Harus Dipertanggungjawabkan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Dian Chairani, cucu Tgk. Abdurrahman Meunasah Meucap, salah seorang tokoh pendiri Almuslim, mempertanyakan keabsahan proses Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan...

Keuchik Karieng Tolak Hasil Mubes Almuslim X, Tuntut Transparansi Keuangan dan Aset Yayasan

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Penolakan terhadap hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan tidak hanya berkaitan dengan proses pemilihan kepengurusan. Keuchik Karieng, Kecamatan...

Wagub Aceh Bersama Kapolda Jenguk Korban Insiden Bendera di Pidie, Dengarkan Aspirasi Keluarga

0
KABAR BIREUEN, Pidie – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, S.E., bersama Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, menjenguk para korban insiden pengibaran dan penertiban...

KABAR POPULER

Cucu Pendiri Almuslim Pertanyakan Keabsahan Mubes X, Ingatkan Amanah Wakaf Harus Dipertanggungjawabkan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Dian Chairani, cucu Tgk. Abdurrahman Meunasah Meucap, salah seorang tokoh pendiri Almuslim, mempertanyakan keabsahan proses Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan...

Tolak Hasil Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan, Imum Mukim Tgk Di Tanoh Mirah: Jangan...

0
KABAR BIREUEN,Peusangan Imum Mukim  Tgk Di Tanoh Mirah, Kecamatan Peusangan, Saifuddin, S.Sos., menolak tegas hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan yang dilaksanakan...

Penolakan Hasil Musyawarah Almuslim X Meluas, Imum Mukim Lamkuta Minta Legalitas Ditinjau Ulang: Yayasan...

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Penolakan terhadap hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan terus meluas. Kali ini, Imum Mukim Lamkuta, Kecamatan Jangka, H....

Tolak Hasil Mubes X Yayasan Almuslim Peusangan, Keuchik Pulo Blang Desak Transparansi Pengelolaan Aset...

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Keuchik Pulo Blang, Kecamatan Jangka, Baihaqi, S.Pd., menolak keras hasil Musyawarah Besar (Mubes) X Yayasan Almuslim Peusangan yang menetapkan kepengurusan...

Hasil Musyawarah Almuslim X Dipersoalkan, Keuchik Pante Gajah Soroti Dugaan Pelanggaran AD/ART

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Keuchik Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Fatlar Ruhadi, menyatakan menolak hasil Musyawarah Almuslim X Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Universitas...