KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Aceh periode 2025–2029 menggelar rapat Perdana konsolidasi dan rencana pengukuhan kepengurusan secara virtual Minggu (14/9/2025). Rapat dihadiri seluruh unsur pengurus terpilih serta pejabat pembina dari instansi terkait.
Rapat tersebut dibuka Dr. Khairuddin, MA, mewakili Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Aceh dan sekaligus memberikan sambutan .
Rapat dipandu Sekretaris Wilayah APRI Aceh, T. Erdika Usiandra, S.S., M.Kom.I, yang diawali dengan penyampaian agenda rapat dan rencana waktu pengukuhan.
Ketua Wilayah PW APRI Aceh periode 2025–2029, Fadli, S.Ag., M.H, menyampaikan, rapat perdana secara virtual menjadi momentum awal dalam mengkonsolidasikan kepengurusan baru yang telah dibentuk oleh tim formatur beberapa waktu lalu. Semua komposisi kepengurusan telah dirancang untuk merepresentasikan seluruh zona wilayah di Aceh, dengan pembagian zona barat, timur, dan tengah.
“Insya Allah dengan semangat baru, kepengurusan ini akan bergerak lebih sinergis dan dinamis dengan berorientasi pada penguatan kapasitas dan peran penghulu di tengah masyarakat,” ujar Fadli.
Dikatakan, salah satu agenda rapat untuk membentuk arah dan kebijakan organisasi empat tahun ke depan. Karena semua penghulu di Aceh akan terwakili oleh komposisi pengurus yang terbagi dalam tiga zonasi, barat, timur, dan tengah.
“Sehingga antara pengurus wilayah dan pengurus cabang dapat saling bersinergi dalam menjalankan roda organisasi dan semua pengurus diharapkan berperan dalam penguatan organisasi APRI ke depan agar lebih berperan di tengah masyarakat,” ingat Kepala Darul Ihsan itu.

Selanjutnya, Dr. Khairuddin, MA, yang mewakili Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Aceh, memberikan bimbingan dan arahan sekaligus secara resmi membuka rapat.
Dalam arahannya, ia menyampaikan pesan Kabid agar pengurus baru PW APRI Aceh dapat memperkuat barisan, menjaga kekompakan, dan menghidupkan kembali semangat keorganisasian dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab penghulu di tengah masyarakat.
“Mari bangun dan kuatkan barisan dengan tujuan mulia agar APRI Wilayah Aceh semakin berperan di tengah-tengah masyarakat sehingga organisasi ini bisa menjadi penggerak semangat dalam menjalankan program-programnya kelak,” ingatnya.
Ia mengajak seluruh pengurus untuk menjaga kesolidan, saling mengisi satu sama lain sehingga APRI Aceh ke depan bukan saja bermanfaat bagi anggotanya, namun bisa menjadi suluh penerang bagi siapa saja atas keberadaan APRI.
Setelah pembukaan, agenda dilanjutkan dengan pembahasan poin-poin penting terkait pelaksanaan pengukuhan, pembagian tugas kepengurusan, serta langkah-langkah awal kerja organisasi.
“Seluruh saran dan masukan ditampung untuk kemudian kita bawa dalam rakerwil pasca-pelantikan PW APRI,” tandas T. Erdika sebelum menutup rapat.
Hasil dan kesimpulan rapat dibacakan oleh Ustad Jalaluddin, SHI., MA selaku Bendahara Wilayah APRI Aceh. Di antaranya rencana pengukuhan pada akhir September 2025 dan dilanjutkan dengan rakerwil secara tatap muka atau di luar jaringan (luring) selama dua hari. (Red)










