KABAR BIREUEN – Salah satu hasil rekomendasi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Bireuen adalah meminta eksekutif dan legislatif untuk melakukan pemekaran kembali Dinas Pemuda dan Olahraga.
Rekomendasi itu dituangkan dalam hasil keputusan raker yang dilaksanakan di Aula Lama Setdakab Bireuen, Senin (18/12/2017) sore.
Perubahan Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) Dinas Pemuda dan Olahraga yang saat ini berada di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bireuen tersebut, penting dilakukan. Mengingat, sejak dileburnya Dispora, penganggaran serta kegiatan kepemudaan dan olahraga menjadi tak maksimal.
Hal itu seperti diungkapkan Wakil Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, SH., M.Si pada sambutannya di acara pelantikan pengurus KNPI Bireuen, Senin pagi. Dia menyebutkan, dengan tak adanya Dispora, maka anggaran untuk pembangunan stadion olahraga yang representatif di Bireuen tak bisa diberikan.
“Saya bertemu Menpora, saya bawa draf pembangunan stadion yang telah dibuat dulu, dengan anggaran Rp300 miliar. Saya katakan, Dispora masih cangkok di Dinas Pendidikan. Beliau mengharapkan agar untuk penganggaran, ada Dinas Pemuda dan Olahraga. Karena itu, kami pada kesempatan ini memohon dukungan pemuda terkait hal tersebut,” harap Muzakkar.
Dalam raker itu, juga direkomedasikan, Pemkab Bireuen melibatkan KNPI dalam penyusunan RPJM dan dalam pengambilan kebijakan serta dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Raker KNPI tersebut sebelumnya diisi materi tentang organisasi kepemudaan dan kiprahnya yang disampaikan Sekretaris Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Bireuen, Dr. Mukhtaruddin SH., MH. Antara lain dia menyebutkan, agar para pengurus suatu organsisasi jangan mencari rezeki di organisasi, namun harus membagi rezeki.
“Orang-orang yang sukses di Jakarta, mereka itu juga orang-orang yang aktif dan sukses di organisasi,” sebut Mukhtaruddin yang juga Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Bireuen. (Ihkwati)









