KABAR BIREUEN – Pidie berhasil meraih tropi juara umum sebagai Kabupaten Berprestasi dan Inovatif dalam Bidang Pendidikan Tahun 2019.

Bupati Pidie, Roni Ahmad alias Abusyik menerima langsung piala juara umum yang diserahkan Plt. Gubernur Aceh Aceh diwakili Asisten I Setda Aceh, Dr M Jafar SH M.Hum.

Penyerahan piagam penghargaan tersebut berlangsung pada malam resepsi Hardikda ke-60 Tahun 2019 yang bertempat di Aula SMKN 1, 2 dan 3 Banda Aceh, Selasa (8/10/2019) malam.

Pada malam resepsi Hardikda 2019 ini, turut dihadiri para kabid dan kacabdin kabupaten/kota se-Aceh, mantan kadisdik Aceh, kasubbag dan kasi serta pemangku kepentingan lainnya di bidang Pendidikan.

Plt. Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT yang diwakili Asisten I, Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh Setda Aceh, Dr M Jafar SH, M.Hum dalam sambutannya, mengapresiasi kinerja pendidikan Aceh selama dua tahun terakhir yang telah memperlihatkan peningkatan yang cukup menggembirakan.

“Walaupun pada bidang-bidang tertentu masih ada yang belum kita capai, namun terus-menerus kita upayakan untuk memperbaikinya. Sejumlah prestasi siswa kita di event nasional bahkan internasional, menunjukkan peningkatan,” ujar M Jafar.

Demikian pula dengan guru dan tenaga kependidikan, menurutnya, juga telah mampu meraih prestasi yang meningkat di tingkat nasional.

Untuk itu, sebagai wujud apresiasi Pemerintah Aceh, bagi mereka yang telah berprestasi diberikan penghargaan. Tidak terkecuali penghargaan yang sama, juga diberikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan madrasah di lingkungan Kementerian Agama.

“Karena itu, saya mengajak para bupati/walikota se-Aceh, mari kita secara kolektif kolegial untuk mencurahkan perhatian pada sektor pendidikan. Untuk sektor pendidikan, bila diukur dengan indikator Indek Pembangunan Manusia (IPM), dan Uji Kompetensi Guru (UKG) sampai saat ini, Aceh berada pada peringkat 23 secara nasional,” sebut M Jafar.

Menurutnya, capaian indikator yang masih perlu mendapat perhatian serius, antara lain yaitu pendistribusian guru yang belum merata dan kekurangan guru produktif SMK yang masih menjadi masalah dan perlu dicari jalan keluar.

“Kita mengharapkan seluruh SMK di Aceh harus mengarahkan visi-misinya pada pendekatan industrial-enterpreneur. Hal ini tentu saja sesuai dengan tuntutan Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK yang bermuara kepada peningkatan kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI),” jelasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri HD, MPA, menyampaikan, Pemerintah Aceh akan terus memfasilitasi berbagai kebutuhan untuk meningkatkan mutu Pendidikan di Aceh, baik penyediaan infrastruktur, sarana prasarana serta penyediaan dan pembinaan kapasitas SDM para guru dan tenaga pendidik.

“Tentunya dengan momen Hardikda ini, akan dapat memunculkan beragam kearifan lokal yang ada di Aceh. Kearifan lokal harus dikolaborasi dengan kurikulum, sehingga masyarakat mengetahui sejarah. Contohnya Radio Rimba Raya yang ada di Aceh, itu harus menjadi sejarah untuk diingat dan diketahui,” ujarnya.

Rachmat Fitri menyatakan, seiring dengan upaya peningkatan hasil belajar siswa, pendidikan budi pekerti, perbaikan dan pembangunan karakter serta akhlak mulia generasi muda, harus menjadi prioritas.

Wujud pendidikan karakter yang dikemas dalam pendidikan Islami, menjadi hal penting bagi seluruh unsur. Berbagai kebijakan di tingkat satuan pendidikan, lembaga pembina pendidikan di semua tingkatan dan masyarakat serta orang tua siswa.

“Pendidikan Islami di Aceh hari ini harus menjadi icon pendidikan karakter Aceh. Karenanya, hal ini harus semakin kita tingkatkan intensitasnya, sehingga cita-cita pelaksanaan Syari’at Islam di Aceh memiliki akar yang kokoh pada jiwa dan kalbu generasi muda kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kadisdik Aceh juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pelaku pendidikan dan insan yang peduli pendidikan, atas dukungan dan peran sertanya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Aceh. (REL)

BAGIKAN