KABAR BIREUEN- Gerakan “Saya, Perempuan Antikorupsi” (SPAK) yang dilahirkan pada 22 April 2014 di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berpartisipasi merayakan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia tahun 2017, Minggu (10/12/2017).
Kali ini SPAK mengusung tema “Jadilah Inspirasi! Mari Bersama Cegah Korupsi”
Selama tiga tahun lebih keberadaannya, gerakan SPAK telah menginspirasi banyak orang di 34 provinsi di Indonesia dan beberapa lembaga baik tingkat pusat maupun daerah.
Tujuannya untuk berubah menjadi pribadi yang antikorupsi atau menghilangkan praktek-praktek koruptif.
SPAK Bireuen, Provinsi Aceh ikut mengambil peran pada momentum HAKI 2017, yaitu sosialisasi anti korupsi kepada pengunjung tempat wisata di Laut Jangka.
Pengunjung diajak bermain game MAJO (lima jodoh), maksudnya mengenalkan tentang lima hal tentang korupsi (suap, gratifikasi, prilaku korupsi, money laundry, dan prilaku anti korupsi).
Kemudian dilanjutkan dengan pengunjung lainnya sosialisasi game TRATA (transparan, akuntabel, dan tepat guna), game mensosialisasikan tentang Undang- undang desa dan potensi penyelewangan dana desa.
Kelompok diskusi ini mayoritas adalah mahasiwa Universitas Gajah Putih, Takengon, Aceh Tengah yang sedang refreshing ke Bireuen.
Mereka mengaku sangat tertarik dengan sosialisasi semacam ini, sederhana namun penuh makna. Apalagi dilakukan di tempat wisata, memberikan aura positif saling menginspirasi untuk berjamaah mencegah korupsi.
Game SPAK dianggap adalah metode baru dengan menyesuaikan masa nya, karena setiap orang ingin dapat ilmu sambil bersantai. Agen SPAK dianggap mampu menularkan virus anti korupsi secara baik.
Agen SPAK Bireuen terdiri dari Nurmalis, Evi Syafiani, Ulya Maksum, Eka Rinika, Nurmulya Sapitri dan Dian Maya Maulida. Ikut juga berkontribusi Mutia Dewi dan M. Fadhil.
Kegiatan tersebut turut didukung lembaga anti rasuah lainnya di kabupaten Bireuen yaitu LSM Gabungan Solidaritas Anti Korupsi (GaSAK) dan Sekolah Rakyat Anti Korupsi (SeRAK).
Koordinator SPAK Bireuen, Murni M. Nasir menyebutkan, kegiatan yersebut bertujuan untuk terus semangat melebarkan nilai- nilai anti korupsi, negeri ini tidak boleh pesimis melihat kondisi yang semakin kronis.
Tapi meyakinkan bahwa perubahan melawan korupsi tidak hanya bisa dilakukan melalui penindakan.
“Melawan korupsi bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Gerakan ini membuktikan perubahan bisa terjadi karena adanya kemauan untuk berubah. Kemauan untuk berubah dari satu orang, menghasilkan perubahan yang kemudian menginspirasi orang lain hingga menjadi kekuatan bersama,” sebutnya.
Semua orang bisa berkontribusi untuk pencegahan korupsi di negeri ini, karena itu kini saatnya setiap orang menjadi inspirasi. Oleh karenanya JADILAH INSPIRASI! (REL)










