KABAR BIREUEN- Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Krueng Peusangan, Isfadli, meminta kepada masyarakat atau Pemerintah Desa, bila ingin memasang jaringan pipa dengan biaya dana desa agar berkoordinasi terlebih dulu dengan pihaknya.

Sebab secara tehnis pihaknya lebih mengerti cara penyambungan pipa.

Hal itu dikatakannya kepada wartawan, Jumat (8/11/2019) kemarin menjawab keberatan keuchik jika pipa yang dibeli dengan dana desa harus dipasang pihak PDAM

“Jadi bukan menolak pemasangan pipa untuk kebutuhan air bersih di sejumlah desa dengan sistim swakelola.Tapi koodinasi dulu dengan kami,” sebutnya.

Dikatakannya,  koordinasi itu perlu dilakukan supaya pihaknya bisa menghitung berapa banyak pipa yang akan disambung pada desa yang membutuhkan air bersih itu.

Sehingga, katanya, tidak terganggunya suplay air kepada desa-desa lain yang terlebih dulu telah tersambung air.

“Teknis penyambungan pipa, pihak PDAM yang lebih mengerti dimana pipa dipasang, letak penggunaan valep, pembuangan agin supaya pipa tidak vakum, hal itu tidak mungkin diketahui oleh desa, itu sebab ia meminta koordinasi sebelum pipa dipasang. Karena kita akan survei lapangan, berapa banyak pipa yang akan dipasang dan berapa titik T yang digunakan,” jelas Isfadli.

Karena itu, dia mengharapkan kepada keuchik agar berkoordinasi  terlebih dahulu dengan pihak PDAM.Supaya ke depan kalau terjadi bocor bisa digunakan anggaran PDAM untuk diperbaiki kebocoran itu.

Begitu juga jika nantinya ada pelanggan yang komplain saa terjadi masalah pada distribusi air, seperti bocor pipa atau air tidak lancar, maka PDAM akan menanganinya.

Tapi, sebutnya, kalau dianggap padat karya, desa boleh membeli pipa dan menggalinya. Namun penyambungan pipa tetap dilakukan pihak PDAM.

“Kalau sistemnya salah semua pelangan di Kabupaten Bireuen ini akan dapat angin, bukan air,” ujar Isfadli. (Ikhwati)

BAGIKAN