KABAR BIREUEN-Aliansi Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam Gerakan Aksi 2 September menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRK Bireuen, Senin (2/9/2019).

Aksi demo tersebut merupakan refleksi 2 tahun kepemimpinan H Saifannur dan H Muzakkar A Gani.

Diantar mobil komanda, Korlap Muhamad Dian dalam orasi yang diikuti sekitar 300 san mahasiswa dan pemuda itu antara lain menyampaikan sejumlah catatan hitam selama 2 tahun Saifannur-Muzakkar.

Diantaranya, tata kelola pasar serta parkir yang tidak tertib, gagalnya pendirian kampus IPDN, hilangnya beasiswa mahasiswa dan santri dayah.

Tidak afa pengembangan terhadap pembangunan SDM, kejelasan pembangun Rumah Sakit regional, kelangkaan gas elpiji, pembiaran ilegal logging dan galian C, pembangunan gedung gedung pemerintah yang terbengkalai serta tidak seimbangnya harga jual  hasil pertanian, perkebunan dan perikanan.

Sementara orator lainnya, Ahyar Rizki, Effendi, Syibran Malasi, mengharapkan agar Pemerintah bek meukeuliep, seperti kata-kata yang sering dilontarkan Bupati Bireuen H Saifannur S.Sos.

Harapan lainnya agar visi misi Bupati dan Wakil Bupati bukan hanya dalam mimpi saja, tapi harus dilaksanakan dan diimplementasikan.

Pada kesempatan tersebut ada aksi treatrikal seorang mahasiswa, Ikhsan duduk di kursi roda sambil mengisap rokok dan sesekali tertidur, memeragakan seperti seorang pejabat.

“Hari ini dewan kita pesta, kita datang menyampaikan aspirasi masyarakat, menyampaikan kebenaran dan agar bekerja 5 tahun ke depan untuk masyarakat,” sebut orator.

Demo diikuti mahasiswa Umuslim, IAI, UNIKI, Akbid Munawarah serta Akper Muhammadiyah, yang tergabung dalam HMI, Formab, PB Himabir, PII dan pemuda Bireuen, mereka membawa serta poster bertuliskan sejumlah tuntutan.

Aksi demo tersebut awalnya berlangsung di samping Meuligoe Bireuen pada pukul 11.10 WIB, namun setelah bernegosiasi dengan Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK yang langsung menemui pendemo sekitar 200 meter dari gedung DPRK yang sedang menggelar pelantikan anggota dewan periode 2019-2024.

Para pendemo kemudian ditemui pimpinan sementara DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar S.Sos atau Ceulangiek dan sejumlah anggota lainnya, Syauqi Futaqi, Yufaidir, M. Nasir Thaleb, Juniadi dan Zulkarnaini yang baru saja diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Bireuen, Zufida Hanum SH, MH.

Anggota dewan kemudian menandatangani perjanjian deklarasi bersama. Setelah itu pendemo membubarkan diri dengan tertib sekira pukul 13.20 WIB.

Aksi tersebut dikawal seratusan anggots polisi dan Satpol PP. (Ihkwati)

 

BAGIKAN