KABAR BIREUEN – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2021, murid SDS Sabir Bireuen berziarah ke makam Kolonel Husin Yusuf dan Letda Ummi Salmah di Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Jumat (12/11/2021) pagi.

Koordinator ziarah, Nazriati, bersama beberapa dewan guru membimbing murid-murid berziarah ke makam pejuang tokoh pejuang tersebut.

“Ziarah ini agar anak-anak mengetahui tokoh pejuang Kota Juang Bireuen Kolonel Husin Yusuf yang telah sangat berjasa memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajah Belanda 76 tahun silam,” jelas Nazriati.

Menurut Nazriati, sejarah Kota Juang Bireuen sangat penting diketahui oleh segenap pelajar dan guru sejarah di Bireuen. Sebab, Kota Juang Bireuen sebagai markas Divis X Komandemen Sumatera atau Langkat dan Tanah Karo pimpinan Panglima Kolonel Husin Yusuf, sangat berjasa mempertahankan kemerdekaan RI (17 Agustus 1945) dari rongrongan Agresi Belanda 1947 – 1949 di Medan Area Sumatera Timur (sekarang Sumatera Utara).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua LVRI Kabupaten Bireuen, AR. Djuli, diminta menyampaikan sejarah Kota Juang kepada dewan guru dan murid SDS Sabir.

AR. Djuli mengisahkan sekilas sejarah Kota Juang Bireuen yang dipimpin Panglima Kolonel Husin Yusuf bahwa Divisi X bermarkas di Bireuen, di samping memiliki kekuatan militer yang tangguh, juga memiliki alat perjuangan Radio Rimba Raya yang mengudara ke seluruh dunia di hutan Rimba Raya Aceh Tengah (sekarang Bener Meriah) pada 22 Desember 1948.

Radio Rimba Raya membantah siaran berita bohong Radio Hervenzent Belanda di Batavia yang mengatakan, Indonesia tidak ada lagi dan sudah dikuasai oleh Belanda. Padahal Atjeh masih utuh, belum tersentuh Agresi Belanda.

Inilah cuplikan berita siaran Radio Rimba Raya: Republik Indonesia masih ada, Pemimpin Republik masih Ada, Tentara Republik masih ada, Wilayah Republik masih ada dan di sini Atjeh.

Berita siaran Radio Rimba Raya tersebut disiarkan melalui stasiun radio berkekuatan satu kilowatt pada frekuensi 19, 25, dan 61 meter. Tersebar ke seluruh negara di dunia yang ditanggapi PBB bahwa Indonesia sudah merdeka pada 17 Agustus 1945.

Berita Radio Rimba Raya disiarkan enam bahasa, Indonesia, Inggris, Arab, Belanda, Urdhu dan bahasa Cina.

Siaran Radio Rimba Raya milik Divisi X Komandemen Sumatera bermarkas di Kota Juang Bireuen ditanggapi PBB dan negera-negara di dunia dan tidak mempercayai lagi siaran bohong radio Hervenzent Belanda.

Melalui siaran Radio Rimba Raya, PBB dan seluruh negara di dunia sudah mengetahui Indonesia merdeka 17 Agustus 1945. Namun, baru diketahui pada 22 Desember 1948 melalui siaran Radio Rimba Raya milik TNI Divisi X Bireuen. (H. AR Djuli)