KABAR BIREUEN-Ratusan pedagang yang dipindahkan dari pasar pagi depan RSUD dr Fauziah, mulai menempati kios-kios di Pasar Induk Bireuen di Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, Selasa (10/7/2018).
Amatan Kabar Bireuen para pedagang kelontong dan pedagang lainnya mulai mempersiapankan barang-barang dagangannya di kios-kios masing-masing.
Sementara diantara pedagang sayur yang sebelumnya sebagai pedagang payur di pasar pagi Bireuen meski sudah didaftarkan petugas untuk mendapat lapak di pasar sayur. Ternyata belum dapat lapak di pasar induk, sehingga terpaksa berjualan di terus pasar sayur pasar induk Bireuen.
Dahliana, janda tiga anak warga Pante Gajah, Peusangan dalam percakapan dengan Kabar Bireuen mengatakan, dia sudah lama berjualan sauur di pasar pagi Bireuen dan sudah didaftarkan oleh petugas untuk mendapat lapak di pasar induk Geulanggang Gampong.
Ternyata setelah pindah untuk berjualan di pasar induk Bireuen tidak ada lapak untuknya dan masih bahnyak pedagang sayur yang belum mendapat lapak di pasar induk.
“Saya berjualan sayur di pasar pagi Bireuen untuk memberikan nafkah untuk tiga anak yatim yang ditnggal mati suami. Setiba di pasar induk, tidak ada lapak untuk saya untuk berjualan sayur,” ungkapnya.
Akibat tidak adanya lapak saya dan beberapa pedagang sayur terpaksa membuka lapak di teras pasar sayur. Agar sayur mayur yang dibawa di Peusangan dapat terjual untuk membiayai kebutuhan hidup tiga anak yatim yang diasuhnya.
Dahliana sangat berharap kepada petugas untuk turun ke pasar induk Bireuen guna mendata kembali kaum ibu pedagang sayur yang belum mendapat lapak, agar mendapat lapak di pasar sayur. (H.AR Djuli).











