KABAR BIREUEN– Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Ghina Ghefira yang sedang mengikuti program pertukaran mahasiswa ke University of Pisa, Italia akan memperkenalkan budaya Indonesia di Negeri Pizza tersebut.
Ghina Ghefira yang dihubungi Kabar Bireuen melalui pesan WhatsApp, Minggu (15/10/2023) siang menyebutkan, Batik Day itu adalah perayaan Hari Batik yang akan digelar besok, 16 Oktober 2023 di Italia
Pada event itu, katanya, akan diadakan games-games khas Indonesia seperti makan kerupuk dan melukis batik.
“Mahasiswa dan warga lokal dapat mencoba memakai kain batik yang kami bawa dari Indonesia,” sebutnya.
Dikatakan mahasiswi Fakultas Teknik jurusan Arsitektur itu, selama di sana, dia mengikuti berbagai program kampus.
Diantaranya, dia bergabung dengan klub International Student University of Pisa, menjadi anggota Erasmus Student Network, dan berkontribusi dalam menyebarkan budaya Indonesia ke University of Pisa melalui event Batik Day dan Heroes’ Day.
“Sejauh ini kegiatan Ghina berputar di sekitar kampus untuk kelas. Setiap minggunya Ghina juga ikut Language Exchange supaya bisa berbicara bahasa Italia,” ungkap gadis kelahiran Bireuen, 10 Juli 2001 itu.
Rencananya, Ghina akan berada di Italia dari September 2023 sampai Maret 2024
Program pertukaran mahasiswa ini diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia untuk mendanai program mobilitas pelajar Indonesia ke universitas di luar negeri melalui program IISMA (Indonesian International Student Mobility Award) 2023.
Setelah mengikuti tahapan seleksi yang ketat dari seluruh Indonesia, akhirnya panitia penyelenggara memilih mahasiswa-mahasiswa terbaik yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, diantaranya adalah satu dari USK.
“Saya merasa sangat bersyukur telah terpilih sebagai salah satu awardee, karena kompetisi mendapatkan beasiswa IISMA ini sangat ketat,” kata Ghina.
Sebelumnya Ghina telah terlebih dahulu mengharumkan nama kampus USK dengan prestasinya.
Dia pernah mendapatkan Juara 3 PEKSIMIDA cabang lomba Seriosa Putri tahun 2022.
IISMA ini merupakan salah satu program beasiswa bergengsi di dunia yang dibiayai penuh oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia untuk kuliah di universitas pilihan terkemuka dan industri terkemuka di luar negeri.
Putri pertama pasangan pengusaha Doorsmeer, Mirza Fuady ST dan Ritahayati ST, warga Desa Cot Trieng, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen tersebut sebelumnya juga lolos mengikuti pertukaran pelajar internasional program American Field Services/Youth Exchange Study (AFS/YES).
Alumni SMA Sukma Bangsa Bireuen, saat itu mewakili Aceh dan Indonesia ke Amerika Serikat pada tahun 2018 lalu. (Ihkwati)









