KABAR BIREUEN-Pemerintah mahasiswa (Pema) Universitas Almuslim mengelar Tablig dalam rangka memperingati 15 tahun tsunami Aceh bertempat di mushala kampus timur Universitas Almuslim, Jumat (27/12/2019) sore.

Acara dirangkaikan dengan nonton video musibah tsunami secara bersama dan tausiyah menghadirkan penceramah Abiya Muhammad Baidhawi H.M.

Presiden Pemerintah mahasiswa Umuslim Muhammad Dian menyampaikan dengan adanya kegiatan ini saya berharapĀ  kesadaran kita terhadap agama dan bangsa terkhusus aceh semakin bertambah dan tabliq akbar ini dapat menambah keimanan kita semuanya.

Wakil Rektor bidang kemahasiswaan Dr.Ir.Saiful Hurri,MSi diwakili Kabag Humas dan Kemahasiswaan Umuslim Zulkifli, M.Kom pada kesempatan tersebut menyampaiakan apresiasi kepada mahasiswa atas pelaksanaan kegitan tersebut.

“Lakukan kegiatan walaupun kecil dan sederhana tetapi bermanfaat,” ujar Zulkifli.

Ditambah Zulkifli, kegiatan ini jangan hanya sekedar serimoni, tetapi yang lebih penting adalah hikmah dari tragedi musibah tersebut, jadilan tablig ini sebagai momen evaluasi bagi kita semua terhadap perilaku kita, sebagai makhluk Allah SWT.

Penceramah Muhammad Baidawi.HM dalam tausiyahnya mengatakanĀ  yang perlu dipahami hikmah tsunami adalah supaya kita sadar dalam kehidupan di dunia.

Para aulia Allah, katanya, mengalami juga musibah dan cobaan, yang penting bagaimana menyikapi musibah ini, tsunami adalah bukti kekuasaan Allah, sehingga kita tidak congkak dan sombong berada di muka bumi ini.

“Kita harus menjadi orang-orang yang berilmu, sungguh sangat kita sayangkan banyak orang hidup bergelimang harta tetapi tidak punya ilmu, maka tuntutlah ilmu. Jangan menambah air mata saudara kita tapi harus mampu menghapus air mata saudara kita yang lain yang ditimpa musibah,” pesannya.

Karena itu, persiapkan diri kita untuk mandapat rahmad dari Allah, kita sedang dipersiapkan oleh Allah SWT menjadi manusia sukses dan menjadi seorang pemimpin.

Jika ingin menjadi orang yang luar biasa, kita harus melakukan hal bermanfaat dengan luar biasa dan meninggalkan halĀ  yang tidak bermanfaat.

Ketua panitia Syahrul Ramadhan menyampaikan, kegiatan ini digelar Pema Umuslim dalam rangka mengenang kembali musibah yang terjadi 15 tahun lalu di Aceh. (REL)

BAGIKAN