Ketua PWI Bireuen, Suryadi

KABAR BIREUEN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bireuen mengecam aksi teror bom molotov terhadap kantor redaksi Tabloid Modus Aceh yang terjadi pada Sabtu (30/6/2018).

Pelemparan bom molotov tersebut, merupakan aksi teror terhadap kebebasan pers. Karena itu, pihak kepolisian harus mengusutnya hingga tuntas.

Hal itu dikatakan Ketua PWI Bireuen, Suryadi, kepada Kabar Bireuen, Sabtu sore (30/6/2018). Dia menegaskan, aksi-aksi pengecut seperti itu tak sepatutnya dilakukan.

“Itu tujuannya untuk meneror kebebasan pers. Jika memang ada pemberitaan yang membuat pihak tertentu keberatan atau dirugikan, maka mereka bisa menempuh jalur sesuai aturan yang berlaku dalam Undang-Undang Pers, bukan dengan teror atau kekerasan,” sebutnya.

Suryadi yang juga mantan wartawan Tabloid Modus Aceh itu, mengharapkan kepada pihak penegak hukum, agar mengungkap dan mengusut tuntas kasus pelemparan bom molotov tersebut. Apalagi, ini merupakan aksi kedua kalinya yang dialami kantor redaksi Tabloid Modus Aceh, setelah hal sama terjadi pada 2013 lalu.

“Kepada pimpinan Tabloid Modus Aceh dan jajarannya agar tetap semangat, tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan ini. Jangan kendur dan patah semangat untuk terus menyuarakan kebenaran,” harap Pimred Kabar Bireuen itu. (Ihkwati)

 

BAGIKAN