Kejari Bireuen Kumpulkan Bahan Keterangan Pengadaan Bibit Sawit, Kadistanbun: Tak Ada Masalah Karena Sudah Sesuai Aturan

KABAR BIREUEN-Biaya Pengadaan bibit kelapa sawit untuk penanaman pola parsial dalam kawasan perkebunanan kelapa sawit di Kabupaten Bireuen tahun 2022 kabarnya sedang dalam tahap pengumpulan data dan bahan keterangan oleh Kejaksaan Negeri Bireuen.

Sejumlah pihak telah dimintai keterangan terkait biaya pengadaan bibit sawit dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan Kabupaten Bireuen (APBK-P) tahun 2022 senilai Rp580.790.000 itu.

Salah satu yang dimintai keterangan adalah Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Mona Kharmiza SP MSM.

Mona Kharmiza kepada wartawan, Rabu (12/7/2023) di sela-sela kegiatan sosialisasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Hotel Fajar Bireuen membenarkan dirinya dimintai keterangan terkait pengadaan bibit kelapa sawit tersebut.

“Ya, hanya dimintai keterangan oleh pihak kejaksaan terkait proses pengadaan bibit kelapa sawit tersebut. Saya jelaskan semuanya sudah sesuai ketentuan dan prosedur,” jelas Mona.

Ditambahkannya, pihaknya sebelum menyerahkan bibit kepala sawit tersebut kepada kelompok pekebun yang memenuhi syarat untuk menerimanya, sudah melakukan pendataan dan turun langsung ke lapangan.

Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Mona Kharmiza SP MSM

“Jadi bibit kelapa sawit tersebut memang diserahkan kepada lima kelompok di sejumlah titik, sesuai persyaratan dan tidak fiktif. Semua berdasarkan ketentuan yang ada. Saya tidak berani mengambil resiko jika melakukan hal diluar prosedur yang ada,” tegasnya.

Menurut Mona, apa yang dia ketahui sudah disampaikan semuanya ke pihak kejaksaan saat dirinya dimintai keterangan.

“Saya pikir setelah dimintai keterangan tak ada masalah lagi. Seteĺah memberikan keterangan itu, semuanya jelas dan tak ada masalah,” sebutnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Bireuen, Irwan SP MSi kepada wartawan, Rabu (12/7/2023) menyebutkan, sampai saat ini dirinya belum dipanggil untuk dimintai keterangan terkait hal tersebut.

“Tapi saya tahu memang sejumlah orang telah dimintai keterangan oleh kejaksaan, diantaranya Kabid, PPTK, rekanan dan kelompok tani penerima bibit kelapa sawit,” ungkapnya.

Namun, kata Irwan, sepengetahuan dirinya, tak ada masalah dalam pengadaan bibit kelapa sawit tersebut. Semuanya sesuai aturan dan prosedur.

Terkait masalah rekanan pengadaan bibit sawit tersebut, dia menegaskan bukan kenalan atau saudaranya.

“Tak ada kewenangan saya untuk menunjuk rekanan pengadaan bibit kelapa sawit itu. Mungkin ada pihak tertentu yang tak puas karena mereka tidak menang tender maka dilaporkan ke kejaksaan, sehingga dicari-cari kesalahan,” kata Irwan.

Kasi Intel Kejari Biteuen, Abdi Fikri SH MH

Pada kesempatan itu, Irwan mengungkapkan, awalnya program pengadaan bibit kelapa sawit itu digagas salah seorang pengusaha sawit di Bireuen dengan tujuan membantu pekebun sawit dengan adanya bantuan bibit sawit dengan anggaran Rp1 miliar.

“Usulan itu disambut baik Pak Bupati Muzakkar,  dan kemudian kami ajukan dalam APBK-P 2022. awalnya dicoret dewan,” sebutnya.

Saat itu, dewan beralasan karena program itu anggarannya terlalu besar sementara dana terbatas sehingga dicoret.

“Tapi menjelang pengesahan anggaran, dewan kemudian menyetujui pengadaan bibit kelapa sawit itu dengan anggaran Rp500 juta lebih,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Munawal Hadi SH MH melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Abdi Fikri SH MH yang dikonfirmasi Kabar Bireuen, Kamis (13/7/2023) sore menyebutkan, terkait hal tersebut saat ini dalam tahap pengumpulan data dan bahan keterangan di Kejari Bireuen. Sifatnya masih rahasia

Berdasarkan penelusuran Kabar Bireuen, biaya pengadaan bibit kelapa sawit untuk penanaman pola parsial itu dimenangkan oleh CV Putra Karya Group yang beralamat di Cot Gapu Bireuen dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp535.386.200 dengan nilai penawaran Rp531.811. 000 (Ihkwati).

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Kunjungan ke Penang, Mendagri Sampaikan Salam Presiden untuk Wali Nanggroe

0
KABAR BIREUEN, Penang - Perhatian Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terhadap kondisi kesehatan Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, diwujudkan...

368 Mahasiswa Fikom Umuslim Ikuti PKKMB, Siap Menapaki Dunia Kampus

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, menyambut 368 mahasiswa baru melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru...

Pertanyakan Data dan Kepastian Pencairan Jadup, Koalisi Gerakan Masyarakat Sipil Bireuen Audiensi dengan BPBD

0
KABAR BIREUEN, Bireuen –Korban banjir yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Sipil Bireuen melakukan  audiensi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen di aula...

Bupati Bireuen: Masa Depan yang Kokoh Dirajut dari Kebiasaan Menabung

0
KABAR BIREUEN, Juli – Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., mengajak pelajar dan santri menjadikan budaya menabung sebagai bagian dari upaya mempersiapkan masa depan. Menurutnya,...

Rombongan Pemain SSB Bijeh Mata Cot Rabo Tiba di Padang Pariaman untuk Berlaga di...

0
KABAR BIREUEN, Padang -Rombongan Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Bijeh Mata U-10 dan U-12 Cot Rabo, Kecamatan Peusangan, Bireuen, yang akan berlaga di Kompetisi...

KABAR POPULER

Kuota dari BPJS Habis, RSUD dr Fauziah Bireuen Tidak Melayani Lagi Pasien Operasi Katarak...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - RSUD dr Fauziah Bireuen tidak dapat melayani lagi pasien operasi katarak teknik Phacoemulsifikasi (sedot) karena kuota diberikan oleh Badan Penyelenggara...

Saladin Terharu dan Bangga, Telah Purna Tugas Masih Dicintai Wartawan

0
KABAR BIREUEN - Mantan Kapolres Bireuen, Kombes Pol (Purn) Teuku Saladin, SH, mengaku, sangat terharu dan bangga. Meski dirinya telah purna tugas, tapi masih...

Waiting List Operasi Katarak Terlalu Lama, Masyarakat Pertanyakan Kebijakan BPJS Kesehatan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mendapatkan giliran operasi katarak, sekarang harus menunggu 6 - 12 bulan. Masyarakat pertanyakan kebijakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)...

Pemkab Bireuen Salurkan Rp554 Juta Banpol Tahap Pertama untuk Lima Parpol

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menyalurkan bantuan keuangan partai politik (banpol) tahap pertama sebesar Rp554,116 juta kepada lima partai politik yang...

Pertanyakan Data dan Kepastian Pencairan Jadup, Koalisi Gerakan Masyarakat Sipil Bireuen Audiensi dengan BPBD

0
KABAR BIREUEN, Bireuen –Korban banjir yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Sipil Bireuen melakukan  audiensi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen di aula...