Kadisdik Aceh Perintahkan Kepala Sekolah dan Guru, Harus Serius Tegakkan Syariat Islam di Sekolah

KABAR BIREUEN – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM merasa prihatin terhadap maraknya kasus kenakalan pelajar di Aceh. Aceh yang dijuluki Serambi Mekkah dengan status kekhususan pada pelaksanaan Syariat Islam, seharusnya bisa meminimalisir keterlibatan siswa terhindar dari pergaulan bebas dan melanggar ketentuan Syariah.

Dijelaskannya, terdapat berbagai peristiwa dan tindakan siswa yang menyimpang, hal tersebut banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, diera keterbukaan teknologi. Para pelajar dapat dengan mudah mengakses situs dewasa, pergaulan bebas, game dan judi online, narkotika yang kesemuaanya paradok dengan nilai syariah.

“Faktor penyebab terjadinya kenakalan pelajar ini tidak terlepas  akibat dari akses teknologi yang ikut mempengaruhi perilaku siswa. Hal ini perlu perhatian khusus sebagai usaha preventif agar pelaksanaan Syariat Islam tidak hanya cukup pada penindakan semata, melainkan juga pada usaha pencegahan. Dan sekolah harus menjadi lokomotif pencegahan dengan meng-internalisasi nilai-nilai syariah dalam perilaku keseharian siswa di lingkungan pergaulan sekolah,” papar Alhudri, Senin (5/4/2021).

Selaku Kadisdik Aceh, dia akan memerintahkan kepada seluruh Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan di Aceh, dan kepala sekolah serta guru di sekolah supaya serius mengatasi prilaku menyimpang pada pelajar dengan penegakan nilai syariat Islam di sekolah.

Menurut Alhudri, berinovasi dalam menghasilkan terobosan pembelajaran di kelas yang terintegrasi materi ajar dengan prinsip, dan nilai Syariat Islam. Selain itu, penting bagi sekolah untuk membuat ikrar komitmen bersyariah pada siswa. Setiap upacara Senin, diikrarkan untuk menancapkan keyakinan dalam diri, sehingga melahirkan prilaku interaksi yang syar’i, sebagaimana cita-cita pendidikan Islami di Aceh. Kalau tidak, katanya, apa bedanya pendidikan kita dengan provinsi lain?

“Oleh karenanya, saya akan meng-input berbagai masukan dari semua pihak, termasuk  pelibatan sejumlah pihak, dan dinas terkait untuk menyamakan persepsi, dan meng-golkan apa yang menjadi misi dan haparan pendidikan islami, sebagaimana yang sudah dicita-citakan dalam Qanun Pendidikan Islami di Aceh, yakni Qanun Nomor 5 tahun 2008,” tuturnya.

Berdasarkan pemberitaan di media, terdapat banyak peristiwa memilukan yang melibatkan siswa. Mulai dari kasus pemberitaan hubungan gelap siswa yang berujung melahirkan saat pelaksanaan ujian sekolah.

Skandal seks pada enam pelajar siswa di Kabupaten Pidie, rudpaksa anak di bawah umur yang terjadi di kabupaten Bener Meriah, Simeulue, termasuk juga pemerkosaan siswi SMA Aceh Utara yang menggambarkan pelanggaran atas nilai nilai syariat Islam telah terjadi di kalangan siswa di Aceh.

“Makanya, kami akan mengambil langkah-langkan untuk merumuskan skema aktualisasi nilai syariat Islam, dengan menjadikan sekolah sebagai lokomotif terhadap penerapan syariat Islam di Aceh,” tegas Alhudri.  (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Polres Bireuen Pantau Lalu Lintas di Jembatan Bailey Kuta Blang, Imbau Pengendara Jaga Ketertiban

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang– Polres Bireuen melalui personel gabungan piket fungsi melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dalam agenda patroli dan pemantauan arus lalu...

Polda Aceh Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Polda Aceh akan memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penguatan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya...

Hadiri Penebaran Benih Udang Vaname di Ulee Ceue, Bupati Bireuen Apresiasi KKP Pulihkan 60...

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Pemulihan tambak masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Bireuen mulai memasuki tahap produksi. Sebanyak 60 hektare lahan tambak di Desa Ulee...

Temui Mensos, Pemkab Bireuen Minta Kepastian Jadup bagi Masyarakat Terdampak Bencana

0
KABAR BIREUEN, Bireuen– Pemerintah Kabupaten (Pemkan) Bireuen terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial RI untuk memastikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Bireuen...

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

0
KABAR BIREUEN, ‎Banda Aceh – PT Bank Aceh Syariah menyalurkan zakat perusahaan Tahun Buku 2025 sebesar Rp11.947.136.897 sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip...

KABAR POPULER

Direktur RS Avicenna Bireuen Tanggapi Berita Terkait Waiting List Operasi Katarak Terlalu Lama

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Direktur Rumah Sakit (RS) Avicenna Bireuen, dr. Muchrizal, menanggapi pemberitaan terkait Waiting List Operasi Katarak Terlalu Lama. Melalui pesan WhatsApp,...

Temui Mensos, Pemkab Bireuen Minta Kepastian Jadup bagi Masyarakat Terdampak Bencana

0
KABAR BIREUEN, Bireuen– Pemerintah Kabupaten (Pemkan) Bireuen terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial RI untuk memastikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Bireuen...

RDTR Kawasan Perkotaan Bireuen 20 Tahun ke Depan Mulai Dirancang, Ini Harapan Bupati Mukhlis

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mulai menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bireuen sebagai pedoman pembangunan kota untuk 20...

PWI Lhokseumawe Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penganiayaan Wartawan Dilaporkan ke Denpom

0
KABAR BIREUEN, Lhokseumawe – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Lhokseumawe menempuh jalur hukum terkait dugaan pemukulan dan penganiayaan terhadap wartawan, Haiqal Alfikri, yang diduga...

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

0
KABAR BIREUEN, ‎Banda Aceh – PT Bank Aceh Syariah menyalurkan zakat perusahaan Tahun Buku 2025 sebesar Rp11.947.136.897 sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip...