KABAR BIREUEN – Jalinan tali silaturahmi antara orangtua anak-anak dengan para guru, sangat dibutuhkan dalam sebuah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Selain itu, mereka (orangtua) juga perlu mengetahui pola asuh yang baik dan benar sesuai karakteristik anak masing-masing.
Menyadari hal tersebut, PAUD Terpadu Permata Bakti Bireuen, berinisiatif menggelar parenting school (sekolah untuk orangtua) di halaman depan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Sabtu (3/3/2018) pagi.
Kegiatan itu dipandu langsung oleh Kepala PAUD Terpadu Permata Bakti Bireuen, Sri Wahyuni, S.Pd. Diikuti para orangtua (bapak dan ibu) bersama anak masing-masing.
Untuk kebugaran tubuh dan menambah semangat belajar, juga digelar senam pagi bersama yang diikuti para ibu dan anak-anak mereka. Senam bersama ini dibimbing seorang guru PAUD tersebut sebagai instruktur.
Menariknya, senam bersama itu juga diperlombakan. Tidak ada dewan juri khusus. Para peserta dinilai secara bersama-sama, para guru dan wali anak-anak yang tidak mengikuti senam.
Sementara untuk bapaknya anak-anak, juga ada perlombaan khusus dan unik. Kaum Adam ini mengikuti lomba jalan cepat sambil menggendong anak masing-masing dengan kain yang dililitkan begitu saja. Siapa yang tidak terlepas lilitan kain gendongannya dan lebih cepat sampai di garis finish, dialah pemenangnya.
Lomba ini diinisiasi, agar bapak-bapak juga bisa merasakan bagaimana menggendong anak. Memang, mereka agak kerepotan juga menggendong anak walau hanya sesaat, apalagi berjalan cepat.
Kepada para pemenang masing-masing kategori, baik lomba senam maupun jalan cepat sambil menggendong anak, diberikan hadiah piala dan bingkisan lainnya.
Amatan Kabar Bireuen, para orangtua anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka juga bisa saling mengenal, baik sesama orangtua anak-anak maupun dengan para guru.
Kepala PAUD Terpadu Permata Bakti, Sri Wahyuni, S.Pd seusai acara kepada Kabar Bireuen mengatakan, dengan kegiatan parenting school ini, para orangtua bisa bersama-sama mengetahui bagaimana pembelajaran di PAUD itu.
“Jadi, kalau orangtua hanya mengantar anak ke sekolah dan untuk sekedar main-main, itu nol besar. Sebab, pendidikan dasar itukan di PAUD. Jadi, kalau pondasinya bagus, Insya Allah tumbuhnya juga bagus,” jelas Sri Wahyuni dengan penuh semangat. (Suryadi)









