KABAR BIREUEN – Kelompok perempuan Gampong Balee, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, antusias mempelajari pembangunan gampong melalui kegiatan duek pakat yang diadakan oleh GeRAK di meunasah gampong setempat, Selasa (7/11/2017).
Kegiatan bertema pentingnya keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa tersebut, turut didampingi Kasubbid Keuangan Gampong, Hamdiana Abubakar dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMG- PKB) Kabupaten Bireuen.
“Sangat penting perempuan ikut terlibat dalam pembangunan desa, dimulai dari perencanaan, pengadaan, pelaksanaan, pelaporan sampai dengan tahap pengawasan,” tekan Hamdiana saat menyampaikan materinya.
Pada kesempatan tersebut, banyak hal yang menjadi bahan diskusi terkait pembangunan desa, tata kelola keuangan desa, serta aturan-aturan yang menyangkut tentang gampong.
Sebelumnya, perempuan Gampong Balee kurang terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan gampong. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu tokoh perempuan yang menjabat sebagai Ketua PKK, Nurul Asma.
“Sebelumnya kami kurang terlibat dalam rapat-rapat pembangunan gampong, karena kegiatan diadakan malam hari. Juga, terkadang aparatur tidak mengadakan rapat yang mengundang perempuan, jadi kami tidak bisa berhadir. Oleh sebab itu, banyak hal yang tidak kami ketahui terkait kegiatan-kegiatan yang didukung melalui dana desa,” ungkapnya saat diskusi bersama narasumber.
Namun, selama pendampingan dari program TAF-SAPP terdapat beberapa perubahan terkait partisipatif perempuan dalam pembangunan gampong.
Di bawah tampuk kepemimpinan Saifuddin, beberapa waktu lalu telah dilaksanakan musrenbang perempuan untuk menggali usulan-usulan yang menjadi prioritas dalam pembangunan gampong. Selanjutnya, telah diberikan ruang juga bagi perwakilan perempuan untuk terlibat sebagai tim penyusun Rencana Kerja Pembangunan Gampong (RKPG) 2018.
Melalui kegiatan yang berlangsung setengah hari sore tersebut, sekitar 40-an perempuan yang terdiri dari unsur PKK, kader Posyandu dan masyarakat lainnya antusias mempelajari tentang pembangunan gampong juga UU Desa. (Jurnalis Warga/Azlina Hanum)











