Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Aceh di Hadramaut, Yaman beberapa pekan lalu mengadakan peringatan maulid sekaligus doa bersama untuk syuhada Tsunami Aceh secara khusus dan untuk Aceh secara umum.

KABAR BIREUENРKeluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Aceh di Hadramaut, Yaman  pekan lalu mengadakan peringatan maulid sekaligus doa bersama untuk syuhada tsunami Aceh secara khusus dan untuk Aceh secara umum.

Di Hadhramaut, acara tersebut memang diadakan agak terlambat , mengingat  pada bulan Desember dan Januari, mahasiswa di Yaman lagi sibuk ujian semester. Karena itulah baru diadakan pekan lalu.

Selain bertujuan mengirimkan doa untuk para syuhada tsunami khususnya dan Bumoe Aceh secara umum, acara yang bermotto Dumho Tajak, Bek Tuwoe Nanggroe tersebut juga sebagai bentuk rasa hubbul wathan (cinta tanah air) yang dianjurkan dalam islam.

Dengan harapan, agar bumoe Aceh kedepannya tetap terjaga dan selalu dijauhkan dari segala mara bahaya.

Tanggal 26 Desember tidak akan pernah dilupakan masyarakat Aceh, Indonesia. Pada tanggal tersebut, hampir separuh Aceh luluh lantak akibat getaran gempa yang berkekuatan 9,2 SR dan disertai dahsyatnya gelombang tsunami.

Ratusan ribu nyawa melayang. Jutaan orang hilang kerabat, harta benda dan seolah hilang asa. Bukan hanya serambi Makkah, melainkan seluruh warga dunia berduka.

Kejadian 13 tahun silam tersebut menyadarkan kita betapa kecil dan tidak berdayanya manusia sebagai makhluk ciptaan di hadapan Allah SWT. Sebagai makhluk yang lemah, kita harus mengambil hikmah dan pelajaran dari apa yang telah terjadi. Bukan sekedar menangisi, namun menjadi ibrah menuju masa depan yang lebih baik lagi.

Untuk mengingat hari itulah, Keluarga Pelajar Aceh di Hadhramaut, Yaman mengadakan acara maulid sekaligus peringatan Tsunami 13 tahun silam tersebut di Auditorium Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Yaman.

Kegiatan dimulai setelah Salat Magrib, dirangkai dengan pembacaan Sirah Nabi Muhammad SAW, Salat Isya berjamaah, pembacaan surah Yasin dan tahlilan untuk para syuhada tsunami Aceh 2004 silam serta tausyiah singkat seputar hikmah dari sebuah musibah.

Turut hadir pada acara tersebut, Habib Mujtaba bin Syihab, salah satu ulama Indonesia di Hadhramaut dan pengajar senior di Lembaga Pendidikan Darul Mustafa, Tarim, sejumlah Habaib, ketua Organisasi Daerah (Orda), ketua Organisasi Pelajar dan teman-teman pelajar Indonesia di Hadhramaut lainnya.

Pada kesempatan itu juga disertai pemutaran video documenter Aceh sebelum-pasca terjadinya gelombang tsunami itu.

Suasana semakin sendu dan pilu. Dengan mata yang berkaca-kaca, para hadirin menyaksikan rekaman tsunami, seakan mengingat kembali musibah yang telah terjadi itu.

Acara yang dihadiri lebih dari 130 orang ini berlangsung tertib dan lancar hingga berakhir dengan makan malam tepatnya pukul 21.00 waktu Yaman. (Yunalis Abdul Gani B.Sc/ mahasiswa pascasarjana asal Simpang Mamplam, Bireuen di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Hadhramaut, Yaman dan pegiat literasi di Forum Lingkar Pena (FLP) wilayah Hadhramaut)

 

BAGIKAN