KABAR BIREUEN- Sejumlah buku yang berada di pojok baca di ruangan kelas beberapa SMP di Bireuen kurang layak untuk dibaca oleh siswa yang masih duduk bangku Sekolah Menengah Pertama itu.
Buku TOP 10 yang merupakan Eyewitness Travel, dari beberapa kota di Eropa, Amerika dan Australia itu memuat kata-kata dan gambar kurang pantas untuk dilihat oleh para siswa.
Terungkapnya buku yang kurang layak tersebut berawal dari kunjungan dewan juri pojok baca SMP ke sebuah sekolah di kecamatan Juli.
Beberapa guru memberitahukan perihal temuan buku kiriman dari provinsi yang baru diterima sebulan yang lalu itu, tak pantas dilihat dan dibaca siswa.
Mereka menyebutkan, ada murid melihat buku itu, lalu memberitakukan isi dan konten buku dengan kata-kata tak pantas serta foto yang agak vulgar, ada gambar lukisan dan patung tanpa pakaian.
Buku-buku itu lalu ditunjukkan kepada juri pojok baca, Drs. Yusuf, M.Pd, Novianti MR S.Pd dan Ihkwati SP.
Ketika diperhatikan halaman demi halaman, memang ditemukan ada gambar yang tak pantas di dalamnya.
Temuan buku itu tak hanya disatu sekolah saja di Juli, begurtu juga di Peusangan Siblah Krueng.
Bahkan, saat buku tersebut diambil dan dikumpulkan dari pojok baca di sebuah SMP di Peusangan Siblah Krueng, murid-murid seakan tak rela. “Yah, sudah diambil,” celetuk siswa laki-laki yang disambut senyum temannya.
Saat ditanya apa sudah melihat isi buku tersebut, reaksi siswa hanya tersipu malu sambil tertawa, khusus murid perempuan menutup mukanya dengan jelbab yang dikenakannya.
Kepada kepala sekolah dan guru, buku tersebut diminta untuk dipisahkan dan tidak lagi ditaruh di pojok baca.
Temuan buku tak pantas itu sudah dilaporkan ke dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan, pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Bireuen.
Informasi yang diperoleh Kabar Bireuen, pihak dinas sudan meminta kepada kepala sekolah agar menindaklanjuti temuan tersebut dan memindahkan buku jika ditaruh di pojok baca supaya disimpan di tempat lain. (Ihkwati)








