KABAR BIREUEN-Bimbingan Teknis (Bimtek) ESQ bertaraf Nasional digelar di Hotel Permata Hati Banda Aceh yang tahap pertama berakhir sukses, sekaligus penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta, Minggu (6/9/2020.

Bimtek tersebut bertujuan untuk membangun potensi multi kecerdasan pimpinan tingkat gampong yang berasal dari tujuh kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.

Dalam Bimtek tahap awal yang berlangsung sejak, Jumat pekan lalu, diikuti 285 Keuchik dan Tuha Peut melibatkan Andry Falas Cs dari Lembaga ESQ LC Jakarta yang berkalaborasi dengan Lembaga Lokal Kompak Nusantara Bireuen.

Trainer, Andi Falas mengupas tentang peningkatan kapasitas kepala desa menuju Aceh Carong yang merupakan salah satu dari 15 program Pemerintah Aceh.

Yang menarik dari Lembaga pelatihan ESQ LC, yang digagas Dr HC Ary Ginanjar merupakan lembaga pelatihan sumber daya manusia yang bertujuan membentuk karakter melalui penggabungan 3 potensi manusia yaitu kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang berlaku umum pada manusia.

Tidak mengherankan, selama tiga hari pelatihan, para peserta mengaku tidak bosan atau jenuh dalam mengikuti bimtek kali ini, bahkan peserta sangat bersemangat, mengingat trainernya dalam pemaparan yang tampak lugas, humoris dan agamais, apalagi disertai terus disertai suara alunan musik yang islami untuk membangunkan suasana peserta.

Dalam tahp awal Bimtek setidaknya, 285 peserta yang berasal dari tujuh kecamatan, masing-masing, Kecamatan Kota Juang, Kecamatan Samalanga, Kecamatan Jeumpa, Kecanatan Jeunieb, Kecamatan Samalanga, Kecamatan Peudada, dan Kecamatan Juli.

Salah seorang peserta dari Samalanga, yang sekaligus Ketua Apdesi setempat, Abdurrahman yang diminta pendapatnya dengan pelaksanaan bimtek ini, mengaku kehadiran tiga trainer dari ESQ LC untuk memotivasi mereka, sangat lah membantu mereka, mengingat sebelumnya telah melupakan jati diri sebagai Bangsa Aceh, maka apa yang disampaikan dan diberikan dalam pelatihan ini, sudah terbekalinya.

“Insyaallah dan Alhamdulillah, dengan kehadiran triner dari ESQ untuk memotivasnya, maka kami akan kembali kepada jati diri semula, dan kami kelak akan membawa Bireuen setara dengan lain yang sudah maju. Kami ingin berbuat dan Insyaallah jika suatu saat nanti Bapak Andry Fallas mendapat kabar jika Bireuen sudah sejajar dengan daerah lain,” ucapnya disambut aplaus dari para peserta.

Sebagai pihak yang mewakili para peserta, dia mengimbau dab mengingatkan untuk berjiwa bersih, membuka diri serta saling mengharagai dan itu, adalah motto awal. Jika ada persoalan jangan sampai mengeluh.

“Karena, persoalan inilah yang membuat semuanya lebih maju ke depan. Bila kita tidak pernah menghadapi persoalan dan tantangan, yakinlah kemajuan tidak akan tercapai, Kenapa?, karena kita tidak didik dengan persoalan,” jelasnya.

Seperti yang diceritakan Andry Fallas, yang hal itu sudah dialami penggagas ESQ LC, Ari Ginanjar, dia bisa menciptakan moment atau hal semacam ini, karena telah menemukan berbagai macam masaalah dalam hidupnya, maka terbuka pikirannya untuk berbuat. Apa yang dia buat, dan dirasakan oleh umat manusia, tentu berdasarkan tuntunan Rasullullah.

Hampir senada dilontarkan yang mewakili kecamatan lainnya yang memuji panitia pelaksana yang sujkses mengahadirkan trainer dari ESQ untuk melalukan pembekalan Keuchik mapun Tuha Peut, yang disebutnya cukup baik terutama dalam berkomunikasi dengan peserta sehingga tidak pernah merasa jenih, dan tentu saja ilmua sangat bermanfaat bagi meraka.

Camat Jeumpa, Tarmizi, ST mengatakan apa yang dipaparkan dalam materinya pihak ESQ sangat menyentuh para peserta, kahususnya keuchik maupun Tuha Peut dalam kapasitas sehari-hari sebagai leadership, sehingga apa yang diuraikan dapat memperkuat mental mereka.

Keuchik Bandar Bireuen, Kecamatan Kota Juang, Adnan Adam mengaku jika bimtek kali ini, merupakan yang terbaik selama dilaksanakan bimtek di Bireuen maupun tempat lainnya. Apa Lagi pemaparannya, sangat lugas dan cerdas dalam memotivasi peserta, dan juga peserta tindak membuat rasa jenuh dalam mendengakan pemaparannya.

“Hal ini sangat menggembirakan, ESQ yang berbobot seperti ini, yang seharusnya memberi pembekalan Geuchik maupun Tuha Peut di Bireuen,” jelas Adnan Adam seusai Bimtek.

Sementara itu, Ketua panitia, Saifullah, ST menjelang penutupan Bimtek mengatakan Ia sangat berterimakasih kepada Bupati Bireuen, Kadis BPMG, Kapolres Bireuen, Kajari Bireuen yang terus memberikan semangat kepada pihaknya, bahkan mensupportnya dalam melaksanakan training, yang bahkan pejabat tersebut adalah alumni dari ESQ.

”Semoga tekad dan harapan membangun mindset yang benar, setelah mengikuti Bimtek ESQ ini, menjadi menjadi awal perubahan besar menuju tahun ke emasan kabupaten Bireuen bersatu dan menjadi paltform untuk kabupaten lain di Aceh, kami berusaha keras memberi pelayanan terbaik untuk training selanjutnya,” sebut Saifullah. (REL)

BAGIKAN