KABAR BIREUEN– Hasil Musyawarah Cabang (Muscab) IV Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Bireuen yang digelar, Kamis (2/11/2017) di Aula Hotel Purnama Raya, Cot Gapu Bireuen dianggap menyalahi aturan.
Untuk itu, didesak supaya dilakukan pemilihan ulang Ketua HIPMI Bireuen tersebut.
Hal itu dikatakan Sekretaris BPC-HIPMI Kabupaten Bireuen periode 2014-2017, Edi Saputra kepada Kabar Bireuen usai berlangsungnya Muscab IV HIPMI Kabupaten Bireuen.
Menurut Sekretaris HIPMI yang juga pemilik usaha ritel Obama Market Matangglumpangdua, Peusangan ini, ada aturan yang dikangkangi dalam proses pemilihan ketua dan sekretaris pada muscab tersebut.
“Ada aturan yang tersebut dalam AD/ART organisasi dilangkahi. Secara aturan syarat sebagai calon ketua umum di HIPMI adalah harus aktif selama enam bulan dalam kepengurusan dan juga telah mengikuti Diklatcab,” terangnya.
Menurut Edi Obama, Syauqi Futaqi yang terpilih sebagai Ketua BPC HIPMI Kabupaten Bireuen untuk periode 2017-2020 bukanlah pengurus aktif pada periode sebelumnya.
Dikatakannya, apa jadinya kepengurusan HIPMI ke depan jika dijabat bukan dari kader, melainkan pendatang baru untuk mengelola organisasi ini.
“Terus terang saya tidak dapat menerima hasil muscab yang melanggar atau menyalahi aturan organisasi, apalagi sebagai Ketua Panitia,” sesal pria yang akrab disapa Edi Obama ini.
Terpilihnya Syauqi Futaqi sebagai Ketua dan Ilham Akbar sebagai Sekretaris secara aklamasi, sebut Edi Obama, patut diduga adanya kecurangan dilakukan oleh sejumlah oknum yang berkepentingan dalam Muscab tersebut.
Dia tak habis pikir, bagaimana bisa sidang musyawarah dilanjutkan tanpa sepengetahuan ketua panitia pelaksana. Sedangkan proses berjalan tidaknya acara Muscab tersebut mesti difasilitasi panitia dan sepengetahuan ketua panitia pelaksana.
“Jadi hasil musyawarah tersebut tidak dapat kami terima karena terindikasi terjadinya kecurangan, dan saya meminta untuk dilaksanakan Muscab ulang,” tegas Obama yang sangat kecewa terhadap hasil Muscab ke IV HIPMI Bireuen itu.
Edi Obama mengungkapkan, sesaat setelah pemilihan, Syauki Futaqi dan Faisal Hasballah menjumpai dirinya untuk menyampaikan keluhan terkait dengan penyimpangan yang terjadi dalam proses berjalannya Muscab tersebut dan dia mengaku tertekan.
Menurut Edi Obama, kalau masalah ini dibiarkan dan dipelihara secara terus menerus, dikhawatirkan akan merusak citra organisasi dan para pengusaha yang bernaung dibawah bendera HIPMI ini. (Ihkwati)











