KABAR BIREUEN- Kabupaten Bireuen kekurangan guru Sekolah Dasar (SD) yang mencapai ratusan orang. Data 2017, kekurangan guru itu meliputi guru kelas sebanyak 300 orang, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) 47 dan guru Penjas 146 orang.
Untuk mengatasinya, solusi sementara sudah tertangani dengan adanya guru bakti walaupun ada beberapa guru bakti yang back ground ijazahnya tidak sesuai
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bireuen Drs. Nasrul Yuliansyah, M.Pd yang dikonfirmasi Kabar Bireuen, Selasa (27/3/2018).
Kekurangan guru kelas Sd terbanyak ada di Kecamatan Simpang Mamplam 69 orang dan di Jeunieb mencapai 49 orang. Sementara kekurangan guru Penjas terbanyak di Kecamatan Kota Juang, Kuala dan peusangan selatan, masing-masing kekurangan 20 guru Penjas,” katanya.
“Sampai saat ini kita terus berjuang untuk mendapatkan formasi CPNS guru. Dengan berbagai cara sudah kita lakukan, termasuk mitra kami di Komisi E DPRK Bireuen sudah pernah ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Pendayaangunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) pada tahun lalu,” ungkap Nasrul.
Dikatakannya, setahu dia, PGRI juga masih terus berjuang dan sudah ada respon dari wakil rakyat di DPR RI karena regulasinya harus dirubah terlebih dulu.
Sementara guru PNS SMP, ada guru sejumlah mata pelajaran (Mapel) yang juga masih kurang, diantaranya, guru Mapel Bahasa Indonesia 20 orang, Seni Budaya, 34 orang, Penjaskes 11 orang, Prakarya 32 orang dan BP/BK 68 orang.
“Namun, justru sejumlah mata pelajaran guru SMP ada yang kelebihan, yaitu, terbanyak guru IPS sebanyak 60 orang, IPS 45 orang serta matematika 27 orang. Dan beberapa mata pelajaran lainnya juga kelebihan guru, seperti Mapel Agama, Bahasa Inggris dan PPKn,” rinci Nasrul.
“Kalau ada formasi CPNS untuk guru mapel tersebut, tidak akan dibuka di Bireuen karena kelebihan. Sedangkan guru Mapel yang masih kekurangan, bila ada dibuka penerimaan CPNS untuk mata pelajaran ini pasti akan dibuka formasinya. Bersyukurlah sahabat guru honor untuk beberapa matpel tersebut dan juga mahasiswa calon guru,” pungkasnya. (Ihkwati).









