Demo Kasus Bantuan UEP, Mahasiswa Minta Uang Pengembalian Rp100 Juta Disalurkan Lagi ke Penerima

KABAR BIREUEN – Memprotes penghentian proses hukum kasus bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di Dinas Sosial Bireuen, puluhan mahasiswa yang bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bireuen, berunjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Selasa (31/8/2021).

Mereka juga membentangkan sejumlah spanduk dan poster yang berisi tulisan bernada protes dan kecaman atas dihentikannya kasus tersebut. Seperti tulisan #Mosi Tidak Percaya Terhadap Kajari dan Bupati Bireuen, DPR Beek Lalee Ngon Chip, Taharap Pageu Keubeu Lam Pade Taharap Bak DPR Hana Meuhase dan beberapa tulisan lainnya.

Koordinator aksi, Aziz Al Khuzzar, membaca pernyataan sikap Aliansi Mahasiswa Bireuen, terkait bantuan UEP untuk masyarakat miskin terdampak Covid-19. Sebab, dalam penyalurannya, bantuan tersebut diduga telah ‘disunat’ oleh pihak Dinas Sosial Bireuen.

“Sekarang Kejaksaan Negeri Bireuen telah menghentikan penyelidikan kasus tersebut. Padahal, sebelumnya mereka telah memeriksa pihak terkait dan memintai keterangan dari semua penerima bantuan UEP,” sebut Aziz.

Dalam hal ini, kata Aziz, Aliansi Mahasiswa Bireuen menilai, pihak Kejaksaan Negeri Bireuen telah melindungi pelaku korupsi. Tidak memiliki tanggung jawab hukum terhadap masyarakat miskin penerima bantuan UEP.

“Karena itu, Kami Aliansi Mahasiswa Bireuen menuntut Kejaksaan Negeri Bireuen membuka kembali kasus tersebut. Bila tuntutan ini tidak diindahkan, maka Kami Aliansi Mahasiswa Bireuen telah sepakat untuk melaporkan Kejaksaan Negeri Bireuen ke Jamwas dan Satgas 53,” tegas Aziz Al Khuzzar.

Di sana, para pengunjuk rasa dijumpai pejabat terkait dari Kejari Bireuen. Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan terkait proses penanganan kasus bantuan UEP itu. Dikemukakan juga sejumlah pertimbangan dan alasan logis, sehingga Kejari Bireuen menghentikan penanganan kasus tersebut.

Setelah berorasi beberapa saat di sana, kemudian para pendemo bergerak ke Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen yang letaknya hanya berseberangan Jalan Medan-Banda Aceh di depan Kantor Kejari Bireuen.

Di halaman kantor tersebut, mereka juga berorasi dan menyampaikan sejumlah pernyataan sikap. Satu di antaranya, meminta kepada Bupati Bireuen, Muzakkar A. Gani, agar segera mencopot Mulyadi selaku Kepala Dinas Sosial. Sebab, dia diduga telah melakukan korupsi bantuan UEP.

“Kami juga menuntut agar bupati membuat regulasi terhadap pengembalian uang Rp100 juta ke kas daerah yang dilakukan Dinsos Bireuen. Uang itu bisa disalurkan kembali kepada pihak penerima bantuan,” harap Efendi, perwakilan pendemo yang lain.

Mereka juga menuntut kepada bupati, agar bersikap tegas dan memberikan sanksi kepada Kepala SKPK yang bermasalah. Ini sesuai hasil temuan BPK dan harus ditindaklanjutinya.

Setelah itu, para pengunjuk rasa yang berasal dari SEMMI Cabang Bireuen, HMI, Ketua Umum PD PII Bireuen, DEMA IAI Almuslim, BEM Hukum UNIKI, DPP FORMAB, PB Himabir, SEMA Akbid Munawarah, HIMAP Umuslim dan FORKOPMABIR, dengan tertib membubarkan diri.

Namun, saat pendemo sudah keluar dari halaman kantor tersebut dan berada di jalan Medan-Banda Aceh, berpapasan dengan mobil dinas Bupati Bireuen, Muzakkar A. Gani yang sedang menuju ke kantornya. Lalu, mereka menyetopnya.

Bupati Muzakkar pun turun dari mobil dan menemui pengunjuk rasa. Dengan ramah, Muzakkar berdialog dan mendengar sejumlah masukan dan tuntutan yang disampaikan perwakilan mahasiswa. Setelah itu, mereka beranjak pulang dengan tertib.

Kemudian kepada wartawan, Muzakkar menjelaskan, semua masukan dan tuntutan dari mahasiswa, akan ditampung dipelajarinya lebih lanjut. Dalam kontek pemerintahan, kata dia, dirinya juga akan melihat aspek hukum dan legalitas, terkait permintaan pencopotan Kepala Dinas Sosial Bireuen, Mulyadi.

“Saya juga akan melihat dulu posisi kesalahan dan kebenarannya dalam permasalahan tersebut,” ujar Muzakkar. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Pemkab Bireuen Salurkan Rp554 Juta Banpol Tahap Pertama untuk Lima Parpol

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menyalurkan bantuan keuangan partai politik (banpol) tahap pertama sebesar Rp554,116 juta kepada lima partai politik yang...

Kuota dari BPJS Habis, RSUD dr Fauziah Bireuen Tidak Melayani Lagi Pasien Operasi Katarak...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - RSUD dr Fauziah Bireuen tidak dapat melayani lagi pasien operasi katarak teknik Phacoemulsifikasi (sedot) karena kuota diberikan oleh Badan Penyelenggara...

Wujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Kapolres Bireuen Ajak Mahasiswa Jadi Mitra Polisi

0
KABAR BIREUEN, Peusangan— Kapolres Bireuen, AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K. mengajak mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen untuk menjadi mitra Polri dalam menjaga...

Waiting List Operasi Katarak Terlalu Lama, Masyarakat Pertanyakan Kebijakan BPJS Kesehatan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mendapatkan giliran operasi katarak, sekarang harus menunggu 6 - 12 bulan. Masyarakat pertanyakan kebijakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)...

Pimpinan dan Pengurus Dayah di Bireuen Ikuti Pelatihan Manajemen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pendidikan Dayah (DPD) menyelenggarakan pelatihan manajemen dayah. Pelatihan tersebut diikuti puluhan peserta terdiri dari pimpinan dan pengurus...

KABAR POPULER

Saladin Terharu dan Bangga, Telah Purna Tugas Masih Dicintai Wartawan

0
KABAR BIREUEN - Mantan Kapolres Bireuen, Kombes Pol (Purn) Teuku Saladin, SH, mengaku, sangat terharu dan bangga. Meski dirinya telah purna tugas, tapi masih...

Kuota dari BPJS Habis, RSUD dr Fauziah Bireuen Tidak Melayani Lagi Pasien Operasi Katarak...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - RSUD dr Fauziah Bireuen tidak dapat melayani lagi pasien operasi katarak teknik Phacoemulsifikasi (sedot) karena kuota diberikan oleh Badan Penyelenggara...

Dua orang Meninggal, Satlantas Polres Bireuen Olah TKP Kecelakaan Bus Putra Pelangi dengan Isuzu...

0
KABAR BIREUEN,Samalanga— Unit Laka Lantas Satlantas Polres Bireuen menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kecelakaan lalu lintas antara Bus Putra Pelangi dengan mobil Pick...

Waiting List Operasi Katarak Terlalu Lama, Masyarakat Pertanyakan Kebijakan BPJS Kesehatan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mendapatkan giliran operasi katarak, sekarang harus menunggu 6 - 12 bulan. Masyarakat pertanyakan kebijakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)...

Pemkab Bireuen Salurkan Rp554 Juta Banpol Tahap Pertama untuk Lima Parpol

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menyalurkan bantuan keuangan partai politik (banpol) tahap pertama sebesar Rp554,116 juta kepada lima partai politik yang...