KABAR BIREUEN-Puluhan hektare sawah di beberapa gampong dalam Kecamatan Kuta Blang dan Gandapura terancam gagal panen.
Tingginya curah hujan sepanjang pekan ini mengakibatkan luapan air di beberapa gampong sehingga berdampak pada terendamnya padi.
Beberapa bulan sebelum musim tanam warga sekitar sudah melakukan gotong royong membersihkan parit pembuangan, namun upaya tersebut belum dapat mengurangi jumlah air yang masuk ke persawahan.
Keuchik Gampong Balee Me, Kecamatan Kuta Blang, Muammar Kadafi, Rabu (10/11/2021). menyampaikan, selama curah hujan wilayah yang terhubung dua kecamatan ini debit airnya tinggi maka akan berpengaruh pada parit pembuang tidak stabil dengan debit air tinggi.
“Kemungkinan kalau curah hujannya masih tetap tinggi, jumlah air yang masuk dipersawahan akan semakin meningkat,” ujarnya.
Dikatakannya, lahan petani yang terendam di Desa Paloh Dama, Balee Me dan Cot Tunong sekitar 40 hektare terancam gagal panen jika air tidak surut dan Buket Dalam sekitar 12 hektare terendam dengan status masa pembibitan.
Tanaman padi tersebut, katanya, ada yang hampir siap panen dan hampir siap panen, namun kini terendam air.
“Kami berharap ada upaya dari pemerintah atau Dinas terkait untuk terjun langsung ke area persawahan yang terimbas air untuk mencari solusi supaya menemukan jalan keluar sehingga tidak terjadi gagal panen,” katanya.
Selain itu, tambah Kadafi, penyuluh pertanian juga harus ikut memonitoring beberapa sawah untuk mempertahankan tanaman padi agar tidak mengalami gagal panen.
“Selain itu, juga terus melakukan pendekatan dan edukasi kepada petani agar tanaman kembali maksimal baik yang mau panen atau pembibitan,” harapnya. (REL)










