KABAR BIREUEN- Dua warga Matang Sagoe, Kecamatan peusangan Kabupaten Bireuen dibacok tetangganya yang masih mempunyai hubungan keluarga, Huisaini (37) tani, karena persoalan mesin jahit, Selasa (8/5/2018) sekira pulu 12.30 WIB.
Dua orang tersebut merupakan ayah dan anak, Tarmizi A. Hamid (65) dan anaknya Fakhrurrazi (28), wiraswasta, keduanya mengalami luka bacok di tangan dan bahu.
Informasi yang dihimpun kabar Bireuen, pembacokan bermula saat korban Fakhrurrazi mendatangi rumah pelaku Husaini meminta mesin jahit kain milik orang tuanya.
Pelaku menjawab, mesin itu sudah dijualnya, maka terjadi cek -cok mulut kemudian pelaku mengejar korban dengan menggunakan sebilah parang dan mengayukan ke arah korban. Sehingga terkena bacokan di bagian tangan kanan dan kaki kiri.
Kemudian orang tua korban, yaitu Tarmizi A. Hamid mendekati untuk meredakannya, tapi justru tua korbanpun dibacok oleh pelaku. Rumah korban dan rumah pelaku bersampingan/ tetangga dan masih ada hubungan sepupu.
Saksi Nurhayati (60) , ibu korban yang melihat korban sudah dibacok berteriak minta tolong kepada masyarakat dan warga pun langsung mendekati ramai-ramai untuk meredakan perkelahian tersebut. Pelaku pun sanggup diredakan warga.
Kemudian korban datang membuat Laporan Polisi (LP) ke Mapolsek Peusangan selanjutnya anggota Polsek membawa korban ke Pukesmas Peusangan dan orang tua korban dibawa ke RSUD dr. Fauziah Bireuen.
Setelah menerima laporan penganiayaan tersebut, Kapolsek Peusangan Iptu Salamuddin, anggota Polsek, Anggota Koramil Peusangan Sertu Indra, langsung menuju ke Tempat kejadian perkara (TKP).
Sesampainya di sana, pelaku pembacokan, Husaini langsung menyerahkan diri kepada Kapolsek dan selanjutnya mengamankan barang bukti sebuah parang yg digunakannya dan beserta pelaku ke Mapolsek.
Kasus tersebut saat ini ditangani Polsek Peusangan dan Reskrim Polres Bireuen. (Ihkwati)











