KABAR BIREUEN, Samalanga – Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, mengatakan, tenaga medis dan tenaga kesehatan tugasnya sangat mulia.
Demikian disampaikan orang nomor satu di Kabupaten Bireuen itu dalam pertemuan dengan tenaga medis, tenaga kesehatan dan pegawai pada Puskesmas Simpang Mamplam dan Puskesmas Samalanga, Jumat (18/7/2025).
“Tugas bapak-bapak dan ibu-ibu (dokter, perawat dan pegawai puskesmas) di sini sangat mulia, karena melayani orang sakit atau orang yang membutuhkan perawatan,” sebut Bupati Mukhlis.
Untuk itu, Mukhlis berpesan kepada dokter maupun perawat pada Puskesmas agar selalu melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan disiplin dalam bertugas.
“Kalau anda melaksanakan tugas melebihi dari kewajiban dan tidak dibayar, maka dapat menjadi ladang amal. Tetapi apabila tidak melaksanakan tugas seperti kewajiban, maka akan berdosa dan termasuk korupsi,” ujarnya.

Bukan Mencari Kesalahan
Pada kesempatan itu, Bupati Mukhlis menegaskan, kunjungannya ke puskesmas-puskesmas bukan untuk mencari-cari kesalahan kepala puskesmas atau pegawai.
“Kunjungan kami ke puskesmas untuk melihat langsung kondisi fasilitas pelayanan kesehatan di kecamatan. Ini penting, jika ada yang kurang dapat kita perbaiki,” tegasnya.
Puskesmas Simpang Mamplam, sebut Bupati Mukhlis, adalah puskesmas ke 18 yang dikunjunginya dan puskesmas Samalanga ke 19.
“Dari 20 puskesmas di Kabupaten Bireuen hampir semuanya sudah saya kunjungi. Yang belum Puskesmas Jeunieb,” jelasnya.
Bupati yang didampingi anggota DPRK Bireuen Fraksi Nasdem, H. Jamaluddin, Kadis Perkim Bireuen, Fadli Abdullah, ST MSM dan camat setempat juga memaparkan kondisi keuangan daerah pasca terbitnya Inpres Nomor 1 Tahun 2025.
“Tahun ini semua daerah di Indonesia berkurang dana infrastruktur karena dipangkasnya dana transfer ke daerah. Dan ada penyesuaian anggaran rutin, anggaran perjalanan dinas. Ini perintah Pemerintah Pusat, harus kita laksanakan,” paparnya.

Usai memberi arahan, Bupati Bireuen memberikan kesempatan tanya jawab. Kepala Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani, SKM, tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
“Di Puskesmas Simpang Mamplam kekurangan mobil ambulan, semoga Bapak Bupati dapat memprioritaskannya, mengingat keberadaan Puskesmas kami di lintas jalan nasional dan sering terjadi kecelakaan lalulintas,” katanya.
Selain itu, Suryani juga berharap kepada Bupati, perpindahan dokter pada puskesmas tidak dilakukan potong kompas.
“Harapan kami, kalau perpindahan dokter atas sepengetahuan kepala puskesmas. Tenaga dokter di puskesmas rata-rata masih kurang,” ujar Suryani.
Menanggapi permintaan dan harapan Kepala Puskesmas Simpang Mamplam, H. Mukhlis berjanji akan mengupayakan pengadaan ambulan tahun 2026. Demikian juga terkait perpindahan dokter dari puskesmas akan dilakukan sesuai dengan ketentuan. (Rizanur/Adv)










