Brebes Banjir, Pemerintah Harus Antisipasi Harga Bawang Merah Naik

Kabarbireuen – Sentra bawang merah di Brebes Jawa Tengah, dilanda banjir akibat tanggul jebol dan curah hujan tinggi. Akibatnya sekitar 200 hektar lahan terancam tidak bisa panen atau setara 2.000 ton produksi.

Selain itu, bawang merah saat ini cenderung dikirim ke pasar untuk konsumsi sehingga petani merasa kesulitan untuk menanam kembali bibitnya. Akibatnya, harga bibit bawang merah naik menjadi Rp 40.000/kg dari sekitar Rp 20.000/kg.

Sekjen Asosiasi Bawang Merah Indonesia, Ikhwan Arif mendorong pemerintah melakukan langkah antisipasi untuk mencegah naiknya bawang merah di pasaran akibat risiko kurangnya stok bawang merah. Jika stok bawang merah berkurang untuk ditanam lagi maupun untuk konsumsi, diperkirakan akan ada risiko inflasi.

“Saya memberikan warning saja kan kebijakannya di pemerintah. Ada faktor inflasi bawang merah dan cabai dianggap sebagai bahan pokok diimbau negara melakukan tindakan,” kata Ikhwan, saat dihubungi detikFinance, Jumat (3/3/2017).

Ia mendorong pemerintah untuk menyumbangkan benih kepada petani agar menanam bawang lagi demi mengejar luar tambah tanam.

“Mau nanam lagi harga benihnya mahal. Kalau bisa negara menyumbang benihnya kalau punya stok benih. Selama ini belum ada penyerapan apa-apa untuk bawang merah. Kita sudah mengimbau dari 2 tahun lalu supaya tidak ribut saat harga naik,” katanya.

Ia mengatakan selama pemerintah tidak melakukan upaya untuk menstabilkan harga seperti menyuplai benih bawang merah. Maka tidak terjamin adanya penambahan luas tambah tanam.

“Selama tidak ada kegiatan apapun untuk menekan harga, jangan beraharap produksi dari kita karena terbaca luasannya tidak ada penambahan area tanam. Mau penambahan area tanam selama bibitnya mahal juga (petani) tidak akan lagi tanam,” kata Ikhwan.

Jika harga bawang sudah naik sejak awal tahun, ia mengkhawatirkan akan terus naik karena suplai bawang untuk ditanami dan konsumsi berkurang. Dia mendorong negara memberikan upaya antisipasi untuk menstabilkan harga sebelum terjadi inflasi karena harga bawang naik.

“Negara yang memberikan solusi karena bawang dilepas baik dari benihnya maupun sayurnya diandalkan ke petani. Pemerintah belum bisa melakukan apapun untuk bikin stabilisasi harga bawang merah. Jangan disalahkan petani tidak tanam. Dia mau tanam kalau resiko bibitnya mahal juga tidak mau,” ujarnya.

“Pemeritah harus melakukan kegiatan untuk stabilisasi harga bawang dengan laporan akan terjadi kekurangan pasokan, apa yang akan dilakukan pemerintah terutama di bawah Menko. Jangan sampai kemudian nanti disalahkan petaninya atau asosiasinya dimarahin,”imbuhnya. [detik.com]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Gelombang Tinggi, Kapal Polri Tetap Sisir Laut Cari Korban KM Virgo Transport 8

0
KABAR BIREUEN, Banjarmasin – Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 terus dilakukan bersama Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat. Di tengah gelombang yang...

Kunjungi Tenda Belajar SDN 5 Peusangan Siblah Krueng, Ketua Umum PP TIM Jakarta Muslim...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan Siblah Krueng – Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta, Ir. H. Muslim Armas, didampingi H Zainal Abidin Hussein SE,...

Tingkatkan Layanan Haji, Bupati Mukhlis Groundbreaking Gedung Kantor Kemenhaj Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang – Gedung Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) dan Umrah Kabupaten Bireuen mulai dibangun di Desa Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang. Pembangunan...

Pastikan Pendistribusian BBM Lancar, Polres Bireuen Kawal Aktifitas di SPBU

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim Patroli Perintis Presisi Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Bireuen terus mengintensifkan patroli ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum...

FKOM UNIKI Gelar Seminar Ilmiah, Pematerinya Prof Ucok Pakar Informatika dan Komputer Indonesia

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pakar Informatika dan Komputer Indonesia dari Universitas Indonesia (UI), Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D., mendorong mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia...

KABAR POPULER

Lantik 34 Kepala Sekolah, Bupati Mukhlis Ingatkan Jabatan Ini Amanah untuk Masa Depan Generasi...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 34 kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan...

Wacana Kantin MBG Timbulkan Keresahan Bagi Relawan SPPG di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Kuala - Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) melontarkan wacana menjadikan kantin sekolah sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi...

Monev Keterbukaan Informasi Publik, Enam SKPK Bireuen Terima Penghargaan Kualifikasi Sangat Baik dan Baik

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menyerahkan penghargaan kepada enam Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen yang memperoleh hasil...

Apresiasi Pelaku Olahraga dan Atlet Berprestasi, Pemkab Bireuen Serahkan Penghargaan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Momen peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada pembina cabang...

Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar, Wabup Bireuen Inspektur Upacara Peringatan Haornas ke-43

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) menggelar upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun...