Senin, 8 Desember 2025

Brebes Banjir, Pemerintah Harus Antisipasi Harga Bawang Merah Naik

Kabarbireuen – Sentra bawang merah di Brebes Jawa Tengah, dilanda banjir akibat tanggul jebol dan curah hujan tinggi. Akibatnya sekitar 200 hektar lahan terancam tidak bisa panen atau setara 2.000 ton produksi.

Selain itu, bawang merah saat ini cenderung dikirim ke pasar untuk konsumsi sehingga petani merasa kesulitan untuk menanam kembali bibitnya. Akibatnya, harga bibit bawang merah naik menjadi Rp 40.000/kg dari sekitar Rp 20.000/kg.

Sekjen Asosiasi Bawang Merah Indonesia, Ikhwan Arif mendorong pemerintah melakukan langkah antisipasi untuk mencegah naiknya bawang merah di pasaran akibat risiko kurangnya stok bawang merah. Jika stok bawang merah berkurang untuk ditanam lagi maupun untuk konsumsi, diperkirakan akan ada risiko inflasi.

“Saya memberikan warning saja kan kebijakannya di pemerintah. Ada faktor inflasi bawang merah dan cabai dianggap sebagai bahan pokok diimbau negara melakukan tindakan,” kata Ikhwan, saat dihubungi detikFinance, Jumat (3/3/2017).

Ia mendorong pemerintah untuk menyumbangkan benih kepada petani agar menanam bawang lagi demi mengejar luar tambah tanam.

“Mau nanam lagi harga benihnya mahal. Kalau bisa negara menyumbang benihnya kalau punya stok benih. Selama ini belum ada penyerapan apa-apa untuk bawang merah. Kita sudah mengimbau dari 2 tahun lalu supaya tidak ribut saat harga naik,” katanya.

Ia mengatakan selama pemerintah tidak melakukan upaya untuk menstabilkan harga seperti menyuplai benih bawang merah. Maka tidak terjamin adanya penambahan luas tambah tanam.

“Selama tidak ada kegiatan apapun untuk menekan harga, jangan beraharap produksi dari kita karena terbaca luasannya tidak ada penambahan area tanam. Mau penambahan area tanam selama bibitnya mahal juga (petani) tidak akan lagi tanam,” kata Ikhwan.

Jika harga bawang sudah naik sejak awal tahun, ia mengkhawatirkan akan terus naik karena suplai bawang untuk ditanami dan konsumsi berkurang. Dia mendorong negara memberikan upaya antisipasi untuk menstabilkan harga sebelum terjadi inflasi karena harga bawang naik.

“Negara yang memberikan solusi karena bawang dilepas baik dari benihnya maupun sayurnya diandalkan ke petani. Pemerintah belum bisa melakukan apapun untuk bikin stabilisasi harga bawang merah. Jangan disalahkan petani tidak tanam. Dia mau tanam kalau resiko bibitnya mahal juga tidak mau,” ujarnya.

“Pemeritah harus melakukan kegiatan untuk stabilisasi harga bawang dengan laporan akan terjadi kekurangan pasokan, apa yang akan dilakukan pemerintah terutama di bawah Menko. Jangan sampai kemudian nanti disalahkan petaninya atau asosiasinya dimarahin,”imbuhnya. [detik.com]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

PWI Lhokseumawe dan JMSI Salurkan Bantuan untuk Wartawan Terdampak Banjir

0
KABAR BIREUEN, Lhokseumawe – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lhokseumawe dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lhokseumawe–Aceh Utara menyalurkan bantuan logistik kepada para anggota yang...

Difasilitasi PMI, YIB dan Partner Berbagi Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Yayasan Indonesia Bershalawat (YIB) menjalin kolaborasi dengan Partner Berbagi menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir di sejumlah lokasi di Kabupaten...

Ikatan Alumni UI dan MDMC Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyerahkan bantuan untuk korban banjir dan longsor di...

Alfamidi Hadir, Salurkan CSR Bantuan Kemanusiaan Bagi Korban Bencana Aceh dan Sumatera 

0
KABAR BIREUEN, Medan - PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) terus bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir longsor di Aceh, Sumatera Utara...

Dua Warga Makmur Meninggal Tertimbun Longsor dan Terseret Banjir

0
KABAR BIREUEN, Makmur – Dua warga di Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah setempat, Rabu (26/11/2025). Kedua korban...

KABAR POPULER

Ditinjau HRD Bersama Pejabat Kementerian PU, Jembatan Bailey Kuta Blang Ditargetkan Rampung dalam Beberapa...

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang – Pembangunan jembatan bailey di Kuta Blang, lintas nasional Medan–Banda Aceh, dikebut selama 24 jam penuh dan ditargetkan bisa dilintasi...

Pulihkan Akses Utama Medan–Banda Aceh, Kementerian PU Bangun Jembatan Bailey Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Akses utama Medan–Banda Aceh yang terputus akibat banjir pekan lalu, dipastikan akan normal kembali. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI segera...

Edi Obama Terjun Langsung Antar Bantuan untuk Korban Banjir di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra atau Edi Obama, sejak Kamis (4/12/2025) turun langsung ke lokasi pengungsian...

Staf Khusus Mendikdasmen Tinjau Sekolah Rusak Akibat Banjir di Bireuen, Serahkan Bantuan Rp300 Juta...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, PhD, meninjau sekolah-sekolah yang rusak dan...

Dua Warga Makmur Meninggal Tertimbun Longsor dan Terseret Banjir

0
KABAR BIREUEN, Makmur – Dua warga di Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah setempat, Rabu (26/11/2025). Kedua korban...