KABAR BIREUEN – Baitul Mal Kabupaten Bireuen sejak Maret 2023 lalu hingga menjelang lebaran Idul Fitri 1444 H, telah menyalurkan 1 miliar rupiah lebih dana zakat dan infak kepada penerima (mustahik) yang berhak yang tersebar di wilayah Kabupaten Bireuen.
Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Bireuen Tgk Muhammad Hafiq melalui anggota Badan Baitul Mal Bireuen Murdeli, SH, Sabtu (15/04/2023) mengatakan, dana zakat dan infak tersebut bagian dari penyaluran tahap I Tahun Anggaran 2023.
Dijelaskan Murdeli, dana zakat yang dialokasikan untuk tahap I Rp 1 miliar lebih, yang sudah disalurkan kepada penerima hingga Sabtu (15/04/2023) Rp 479.500.000,- yaitu untuk 150 fakir uzur Rp 225.000.000 dan untuk senif miskin kepada 250 penerima yaitu Rp 250.000.000. Selain itu untuk Amil yaitu biaya petugas mengantar hak fakir uzur Rp 4.500.000,-
“Para fakir uzur penerima dana zakat sangat bersyukur saat menerima uang tunai yang diantar petugas ke tempat tinggal penerima. Rata-rata para fakir lanjut usia itu dalam keadaan sakit-sakitan bahkan ada yang hanya tinggal sendirian,” imbuh Murdeli.
Kondisi itu diketahui dari cerita petugas yang mengantar maupun ketika anggota Badan BMK melakukan pengawasan penyaluran yang dilaksanakan petugas. Petugas juga diharuskan mendokumentasikan proses penyerahan uang kepada penerima sebagai bagian dari laporan.

Murdeli menyampaikan, sisa alokasi dana zakat Tahap I akan segera disalurkan kepada sekitar 600-an siswa sekolah dasar dan 400-an siswa SMP serta kepada 300-an siswa di sekolah di lingkungan Kantor Kemenag Bireuen. Masing-masing diberikan Rp 500.000,- per siswa.
“Penyaluran dana zakat kepada siswa terkendala pada pendataan sebab sekolah tidak aktif pada bulan Ramadan. Tetapi proses pendataan terus dilakukan dengan menyurati sekolah-sekolah. Direncanakan usai lebaran pendataan rampung dan dapat segera disalurkan ke rekening masing-masing siswa penerima,” ujarnya.
Sementara dana Infak disalurkan untuk program pemberdayaan ekonomi sebesar Rp 600.000.000 kepada ratusan penerima. Bantuan pemberdayaan ekonomi dengan sasaran kepada warga miskin yang memiliki usaha yang relatif kecil atau bermodal kecil yang tersebar di seluruh kecamatan.
“Dana infak pada tahap I akan turut disalurkan kepada warga yang rumahnya atau tempat usahanya tertimpa musibah kebakaran pada Januari hingga April 2023. Para warga yang rumahnya terbakar sebelumnya, juga sudah dibantu oleh BMA,” jelas Murdeli. (Suryadi)









