KABAR BIREUEN–Peringatan Maulid Panghulu Alam Nabi Besar Muhammad Saw diselenggarakan  BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim) Kabupaten Bireuen di halaman rumah Dinas Wakil Bupati Bireuen di Dusun Kommes, Gampong Bireuen Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang, Rabu (4/12/2019 berlangsung khidmat.

Peringatan Maulid tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bireuen DR H Muzakkar A Gani, SH, M Si, Sekdakab Bireuen, para Asisten, para Kadis, Badan kantor, para Camat,tokoh Agama, Pengurus BKMT Kabupaten Bireuen, Ketua Persit Kodim 0111/Bireuen, Ketua Bhayangkari Polres Bireuen, sejumlah anak yatim dan peserta lomba tata cara shalat, hafal surat pendek dan azan berasal dari putera-puteri masyaralat 17 kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.

Wakil Bupati Bireuen Muzakkar A Gani dalam sambutannya antara lain menyempaikan perngharagaan kepada BKMT Kabupaten Bireuen yang telah bekerja ektra keras sehingga penyelengaraan  peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW telah dapat berlangsung sukses.

Dalam kesempatan itu Muzakkar A Gani bersama isteri Nurjannah Ali selaku Ketua BKMT Kabupaten Bireuen menyerahkan santunan kepada 20 anak yatim dan hadiah lomba tata cara shalat, hafal surat pendek dan azan menyemarakkan peringatan Maulid diikuti putera-puteri berasal dari 17 kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.

Tgk Saifuddin Muhammad S Ag dalam memberikan tausiahnya pada peringatan Maulid BKMT antara lain mengatakan, peringatan Malid yang dilaksanakan setiap tahun  sebagai rasa cintanya umat Islam terhadap sejarah kelahiran dan perjuangan Rasullah SAW.

Perlu diingat kelahiran Nabi Muhammad pada hari Senin 12 Rabiul Awal hari yang bersejarah bagi umat Islam kita peringati setiap tahun selain untuk mengingat sejarah kelahiran dan perjuangan Rasullah Saw juga untuk  meneladani sifat Rasullah SAW dalam menempuh kehidupan di dunia menuju kehidupan akhirat kelak

Memperingati Maulid Nabi untuk mengingat nikmat-nikmat  Allah yang sangat besar. Rasulluah Saw sendiri berpuasa setiap Senin sebagai mengingat hari kelahiran beliau,” sebutnya.

Kelahiran Rasullah SAW mengangkat derajat kaum perempuan sebagai pilar negara. Karena baiknya perempuan akan baiklah negara. Rusaknya perempuan akan rusaklah negara. Isteri salihah yang menunaikan ibadah kepada Allah dan taat kepada suami.

Istri yang tidak taat kepada suami tidak masuk syurga dan tidak dapat mencium bau syurga sekalipun. Tujuan perkawinan menentramkan hati, Mawaddah saling mencintai waktu muda dan saling menyayangi disaat  usia sudah tua.

Sudah menjadi tardisi yang sangat kental di Aceh sejak zaman dahulu hingga sekarang memperingat maulid sebagai mengingat hari kelahiran dan perjuangan Rasullah SAW diselingi dengan kenduri maulid, menyantuni anak yatim, dan fakir miskin ditutup dengan doa.

Doa dalam Islam  adalah sumsum (otak) ibadah,” ujar Tgk Saifuddin Muhammad.(H.AR Djuli).

BAGIKAN