KABAR BIREUEN, Bireuen – Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Drs. H. Anwar Idris, mengharapkan semua elemen masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Bireuen, tidak menjadikan musibah banjir sebagai ajang politik.
“Mari sama-sama kita membantu korban banjir. Dan jangan jadikan musibah (banjir) ini sebagai ajang politik,” kata Anwar Idris kepada Kabar Bireuen di Matangglumpangdua, Selasa (24/3/2026).
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bireuen sudah berupaya maksimal dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.
“Dan kita akui, dalam penanganannya masih terdapat kekurangan, namun kekurangan itu bukan berarti gagal,” ucap mantan Anggota Komisi VII DPR periode 2019-2024 itu.
Mantan Wakil Ketua DPRK Bireuen ini juga mengaku heran dengan sikap korban banjir yang mendirikan tenda di pekarangan kantor Pusat Pemerintah Kabupaten Bireuen di Cot Gapu, menolak ditempatkan di tempat yang lebih layak.
“Saya dapat informasi, Bupati Bireuen sudah menyiapkan tempat yang lebih layak di bekas panti jompo di Cot Bada untuk korban banjir dari Kapa, tetapi ditolak oleh warga sendiri. Inikan artinya pemerintah sudah memberikan solusi jangka pendek dengan menyediakan rumah pengganti huntara,” katanya.
Lalu, ia berharap kepada pihak yang punya kapasitas dalam penanggulangan bencana banjir, agar memberikan informasi yang utuh kepada masyarakat korban banjir.
Dicontohkannya, informasi hunian sementara (huntara), Dana Tunggu Hunian (DTH) dan hunian tetap (huntap) serta pendataan dampak bencana, harus disampaikan jelas kepada korban banjir.
“Yang penting informasi kepada masyarakat korban harus jelas,” sebutnya.
BACA JUGA: Korban Banjir Geruduk Kantor Bupati Bireuen
Pembiayaan dampak bencana hidrometeorologi, sebut Anwar Idris, menjadi urusan Pemerintah Pusat, mulai tahapan masa darurat sampai rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Baiknya DPR mendorong Pemerintah Pusat untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Bireuen,” sarannya.
Terakhir, mantan Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan ini mengingatkan Bupati Bireuen, H. Mukhlis ST, untuk tetap fokus menangani dampak banjir.
“Bupati tidak perlu ragu membuat kebijakan yang tepat untuk kepentingan masyarakat korban. Jika ada kritikan yang membangun jadikan sebagai energi baru,” pungkasnya. (Rizanur)











