KABAR BIREUEN – Sebanyak 25 desa di Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen belum bisa menyalurkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warganya.

Hal ini diakibatkan karena terlambat mengajukan Dana Desa (DD) ke pihak Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten.

Dari 27 desa yang ada di kecamatan Makmur, hanya Desa Pandak satu – satunya yang sudah menyalurkan dana BLT sampai tiga tahap yaitu, bulan Januari, Februari dan yang terakhir untuk Maret yang dicairkan kemarin, Minggu (4/4/2021).

Menurut informasi yang didapatkan Kabar Bireuen dari Pendamping Desa (PD) kecamatan, Imran mengatakan, disamping Desa Pandak diperingkat pertama yang telah selesai proses pencairan kepada 86 kepala keluarga.

Desa Blang Dalam berada di posisi kedua yang melakukan penyaluran BLT tahap pertama bulan Januari dan tahap kedua Februari.

“Di Makmur cuma dua desa yang sudah menyerahkan BLT , yang lain belum, karena terlambat pengajuan ke pihak BPKD Kabupaten,” kata Imran.

Faktor lain keterlambatan yang menyebabkan desa tidak bisa mencaikan dana desa BLT adalah terbentur dengan regulasi baru Qanun Kabupaten Bireuen Tahun 2021 tentang syarat pengajuan yang tidak sama dengan tahun sebelumnya.

“Semua desa di Makmur sudah membuat pengajuan, tapi dalam perjalanan banyak kesalahan,” jelas Boy seorang Pendamping Lokal Desa.

Kedepan disarankan kepada keuchik agar lebih sigap dan cepat mengikuti tahapan – tahapan pengajuan, sehingga tidak terjadi molor dan macet pendistribusian BLT kepada masyarakat.

Camat Makmur, Azmi S.Ag yang dihubungi media, Minggu (4/4/2021) membenarkan hal ini, sebab pihak desa telat dalam mengusulkan DD.

“Kedepan diharapkan semua desa di Makmur bisa lebih cepat dan sesuai tahapan dalam penyaluran BLT dan lainnya,” harap Camat Azmi. (Faisal Ali)