KABAR BIREUEN – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional (Perum Bulog Sub Divre) Lhokseumawe akhirnya mengganti beras miskin (raskin) yang tak layak konsumsi yang pernah ditolak camat dan keuchik di Kecamatan Peulimbang dengan beras yang bagus.
Beras pengganti tersebut sampai di kantor Camat Peulimbang diangkut dengan menggunakan truk, Jumat (16/6/2017).
Informasi dari anggota koordinator beras raskin kecamatan yang diperoleh Kabar Bireuen menyebutkan, Bulog telah mengganti raskin sebelumnya yang kondisinya tak layak konsumsi, yaitu berasnya kekuningan, berdedak dan berbatu serta agak berbau, dengan yang lebih baik.
“Beras pengganti sudah dilihat dan dicek, bagus, putih dan bersih,” sebutnya.
Dikatakannya, raskin tersebut kemudian langsung disalurkan ke desa-desa untuk dibagikan kepada masyarakat penerima raskin.
Sebelumnya, diberitakan, jatah beras miskin (raskin) untuk Kecamatan Peulimbang dari Bulog yang tak layak konsumsi ditolak camat dan para keuchik dalam kecamatan Peulimbang.
Camat dan sejumlah keuchik yang melihat langsung kondisi beras yang akan dibagikan untuk masyarakat penerima raskin di kantor Camat Peulimbang tersebut, Senin (12/6/2017), sepakat tak mau menerimanya.
Hasnawi Ahmad, Keuchik Rambong Payong, Kecamatan Peulimbang, menyebutkan, dia dan sejumlah keuchik sepakat tak menerima jatah raskin dengan kondisi beras tak layak konsumsi tersebut.
“Kalheuh tanging kondisi breuh, meuneukhut, meu abe, kuneng, hana layak konsumsi, pah keuh eumpeun manok, jadi kamo hana teurimong,” ungkapnya.
Dikatakannya, kalau beras yang diberikan tersebut seperti itu, masyarakat tak akan mau menerimanya. Dengan kondisi beras seperti itu, di tempat penjualan pakan ayam juga harganya segitu.
Sebelumnya, sebut pria yang akrab disapa Keuchik Nawi itu, Bulog pernah berjanji akan mengganti jika ada beras yang tak layak konsumsi.
Beras raskin jatah Peulimbang yang ditolak itu lalu dialihkan ke Kecamatan Simpang Mamplam, camat serta keuchik juga menolaknya dan minta Bulog mengganti dengan beras yang lebih bagus dan layak konsumsi. (Ihkwati)











