Sabtu, 4 Juli 2026

Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka di Bireuen, Peran Kepala Sekolah Krusial

KABAR BIREUEN – Bidang Pembinaan Ketenagaan (PTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen mengelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun 2024.

Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka itu diikuti puluhan kepala sekolah dan guru jenjang Sekolah Dasar (SD) dari sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Bireuen.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Bireuen, Muslim, M.Si, diwakili oleh Sekretaris Disdikbud Bireuen, Zamzami, S.Pd., M.M, di Aula Wisma Bireuen Jaya, Rabu 21 Februari 2024.

Widyaprada Bidang PTK Disdikbud Bireuen, Yusmadi, S.Pd., M.Pd, melaporkan, Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka ini bertujuan terlatihnya kepala sekolah dan guru dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Kurikulum Merdeka secara Mandiri.

Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari (21-23/2/2024) di Aula Wisma Bireuen Jaya diikuti 80 peserta dari 40 sekolah jenjang Sekolah Dasar dalam Kabupaten Bireuen.

“Peserta tersebut terdiri kepala sekolah sebanyak 40 orang dan guru 40 orang,” rinci Yusmadi.

Disebutkan, kegiatan dengan topik Optimalisasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Mandiri menghadirkan narasumber Widyaprada BPMP Provinsi Aceh, Putra Jaya, M.Si dan Dosen Universitas Almuslim, M. Rezeki Muamar, S.Si. M.Ed.

Sekretaris Disdikbud Bireuen, Zamzami, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para peserta yang hadir.

Dikatakan, Pendidikan merupakan pondasi utama dalam pembentukan karakter dan kemampuan individu.

Sekretaris Disdikbud Bireuen, Zamzami, S.Pd.,MM, memberikan sambutan dan membuka secara resmi Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun 2024, di Aula Wisma Bireuen Jaya, Rabu (21/2/2024). (Foto Hermanto/ Kabar Bireuen)
Puluhan kepala sekolah dan guru jenjang SD di Kabupaten Bireuen sangat antusias mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka yang di gelar Bidang PTK Disdikbud Bireuen di Aula Wisma Bireuen Jaya, Rabu (21/2/2024). (Foto Hermanto/Kabar Bireuen)

Di tengah dinamika perkembangan zaman, pemerintah Indonesia memandang perlu untuk terus mengembangkan sistem pendidikan yang dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang berubah.

Salah satu langkah yang diambil adalah penerapan Kurikulum Merdeka di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Kurikulum Merdeka diarahkan untuk memberikan keleluasaan kepada sekolah dalam mengatur kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan potensi peserta didik, sekaligus mendorong kreativitas dan inovasi guru.

Disebutkan, langkah pertama dalam optimalisasi pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SD adalah peningkatan pemahaman dan kesadaran para pendidik, diperlukan workshop dan pelatihan secara berkala untuk membekali guru-guru dengan pengetahuan mendalam tentang filosofi dan tujuan dari Kurikulum Merdeka.

Zamzami menjelaskan, guru perlu memahami  kurikulum ini bertujuan untuk merangsang kreativitas dan memotivasi peserta didik agar lebih aktif dalam pembelajaran, mereka juga perlu memahami konsep penilaian yang fokus pada pengembangan potensi peserta didik, bukan sekadar mencapai target nilai.

Disebutkan, peran kepala sekolah sangat krusial dalam menggerakkan dan memotivasi seluruh elemen sekolah, kepala sekolah perlu menjadi pemimpin yang visioner, mampu menggali potensi dan kebutuhan sekolah serta mengarahkannya sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka.

“Dengan memberikan dukungan dan semangat kepada guru, kepala sekolah dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif dan memotivasi inovasi dalam pembelajaran,” ujarnya.

Selain itu, pembentukan tim guru atau komite kurikulum di sekolah dapat menjadi solusi efektif, tim ini dapat bertanggung jawab untuk mengidentifikasi potensi peserta didik, menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka, dan melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan kurikulum.

“Dengan adanya tim ini, setiap guru dapat fokus pada area spesifik yang sesuai dengan keahliannya, menciptakan sinergi dan kekompakan dalam mencapai tujuan Kurikulum Merdeka,” kata Zamzami.

Penting untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan Kurikulum Merdeka dengan metode evaluasi yang sesuai, penilaian harus mencakup aspek kreativitas, keterampilan sosial, dan kemampuan berpikir kritis, selain dari aspek kognitif tradisional.

Dengan demikian, hasil evaluasi tidak hanya mencerminkan penguasaan materi, tetapi juga kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kepala sekolah dan guru diharapkan menguasai dan mengerti bagaimana yang disebut dengan Merdeka Belajar,” pinta Sekretaris Disdikbud Bireuen ini. (Hermanto).

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Penyidikan Kasus Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Masih Berlangsung, Tunggu Hasil Pemeriksaan Labfor

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Polda Aceh terus melakukan penyidikan secara menyeluruh terkait peristiwa ledakan yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2. Hingga saat...

Wartawan Senior Diapari Sibatangkayu Meninggal Dunia, PWI Kehilangan Penjaga Integritas Pers

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – Dunia pers nasional kembali berduka. Wartawan senior sekaligus Anggota Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat, H. Diapari Sibatangkayu, meninggal dunia pada...

Bidik Prestasi di PORA Aceh Jaya 2026, Atlet PASI Bireuen Mulai Latihan Intensif

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Bireuen memulai kembali program latihan intensif sebagai langkah awal mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga...

Dosen Fikom Umuslim Latih Siswa SMKN 2 Peusangan Kuasai Teknik UV Mapping dan Texturing...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 23 siswa Jurusan Animasi SMKN 2 Peusangan mendapatkan pelatihan intensif mengenai UV Mapping dan texturing objek 3D menggunakan perangkat...

Petani Tidak Kekurangan Teknologi, Mereka Kekurangan Akses dan Kepercayaan

0
Oleh: Muhammad Farel Cordobi Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah KALAU kita bicara soal pertanian Indonesia hari ini, yang sering...

KABAR POPULER

Bupati Bireuen Terima Bantuan Excavator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Siap Percepat Pemulihan Tambak...

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, ST, menerima bantuan satu unit excavator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia untuk mempercepat...

Satgas PRR Dorong Penggunaan Mekanisme Dana Siap Pakai, Usulkan Bantuan Rp80 Juta Per Unit...

0
KABAR BIREUEN, Jakarta-Percepatan penyediaan hunian tetap bagi penyintas pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus diupayakan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Bidik Prestasi di PORA Aceh Jaya 2026, Atlet PASI Bireuen Mulai Latihan Intensif

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Bireuen memulai kembali program latihan intensif sebagai langkah awal mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga...

Dosen Fikom Umuslim Latih Siswa SMKN 2 Peusangan Kuasai Teknik UV Mapping dan Texturing...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 23 siswa Jurusan Animasi SMKN 2 Peusangan mendapatkan pelatihan intensif mengenai UV Mapping dan texturing objek 3D menggunakan perangkat...

Komitmen Tingkatkan Mutu, UMMAH Kirim Delapan Dosen Ikuti Workshop Akreditasi Kualitatif Prodi Keperawatan

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan mengirimkan delapan dosen mengikuti Workshop Akreditasi Kualitatif...