KABAR BIREUEN-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen menindaklanjuti implementasi perjanjian kerja sama (MoU) yang telah ditandatangani beberapa waktu lalu.

Tindak lanjut tersebut berupa Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian dan Prodi PGSD Fkip Universitas Almuslim dengan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian dan Prodi PGSD Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa, bertempat di ruang rapat Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim, Rabu (10/2/2021)

Rektor Umuslim Dr.Marwan ,MPd saat pertemuan dan menyambut kedatangan rombongan dari Universitas Sains Cut Nyak Dien Langsa menyampaiakan bahwa, MoA ini merupakan tindak lanjut MoU yang telah ditandatangani beberapa waktu lalu.

“Pertemuan ini juga merupakan kesempatan sharing pengalaman berbagai hal dalam mendukung program kampus merdeka, merdeka belajar dan juga diskusi tentang program permata sakti,” sebutnya.

Dikatakannya, seperti diketahui kampus Umuslim merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta direkomendasi LLDIKTI Wilayah XIII sebagai perguruan tinggi menyelenggarakan dan mengikuti program Permata Sakti tahun akademik 2020.

“Semoga dengan adanya kerjasama ini nanti akan disahuti dalam menyatukan konsep peningkatan mutu, karena sekarang kemendikbud terus berinovasi melahirkan berbagai regulasi dalam upaya penigkatan mutu pendidikan,” harap Marwan.

Kemudian Rektor Universitas Sains Cut Nyak Dien (USCND) Langsa, Ns. Edy Mulyadi, M.Kep.RN.WOC.(ET)N dalam kesempatan tersebut menyampaiakan penghargaan atas sambutan Umuslim untuk menyahuti pihaknya dalam rangka membangun kerjasama kedua universitas.

“Apalagi Universitas Almuslim, menurutnya salah satu PTS yang sudah maju bahkan pernah mendapat PTS terbaik Aceh katagori Universitas dua kali berturut-turut,” jelas Edy Mulyadi.

Menurutnya Universitas Sains Cut Nyak Dien (USCND) Langsa, merupakan kampus yang baru, tentunya sangat memerlukan banyak kerjasama dan bantuan dari Umuslim.

Karena menurutnya, perkembangan kedepan banyak program dari kemendikbud yang begitu cepat, kalau terlambat dalam menyahuti perubahan tersebut maka akan tertinggal.

“Kerjasama yang telah ditandatangani ini harus ada aksi eksekusi dilapangan, bukan hanya teken di atas kertas saja, karena kalau tidak ada aksi nyata tidak ada manfaat MoU atau MoA yang ditandatangani,” kata Edy Mulyadi.

Setelah penandatanganan MoA, dilanjutkan dengan pemaparan
sosialisai program Pertukaran mahasiswa tanah air nusantara sistem alih kredit dengan teknologi informasi (Permata Sakti) tahun akademik 2020, disampaikan koordinator program Permata Sakti Umuslim Dr Ir Sitti Zubaidah SPt SAg MM IPM.

Menurutnya, program permata ini, Umuslim telah menerima 56 mahasiswa dari 10 perguruan tinggi di Indonesia (Mahasiswa Inbound) belajar secara daring bersama dosen dari beberapa prodi di Umuslim.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab, baik tentang permata sakti maupun berbagai hal untuk mendukung peningkatam akreditasi universitas seperti LPPM dan BPM.

Pihak Universitas Sains Cut Nyak Dien (USCND) Langsa, dalam waktu dekat meminta kesediaan tim BPM dan LPPM umuslim untuk melatih tenaga dari kampus mereka.

Akhir pertemuan disepakati kedua pihak akan menjajaki penyusunan kurikulum bersama dalam program permata sakti.

Selain itu Umuslim juga menyatakan siap menerima mahasiswa USCND Langsa untuk belajar di Umuslim dengan sistem program permata sakti internal, tetapi tetap mengacu dan berpedoman aturan program yang dikelola kemendikbud.

MoA ditandatangani masing-masing Dekan dan Prodi baik dari Umuslim maupun dari USCND Langsa.

Penandatanganan MoA tersebut turut disaksikan Rektor, Wakil Rektor, Dekan dan Ka Prodi dan beberapa staf dari kedua universitas.(REL)