KABAR BIREUEN– Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen melalui Tim Jaksa Penyidik Perkara Tindak Pidana Korupsi Dana Penyertaan Modal dan Pembiayaan PT. BPRS Kota Juang Bireuen siap menghadapi Permohonan Praperadilan perihal Penetapan Tersangka KH.
Hal itu dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Munawal Hadi SH MH, Rabu (20/12/2023) yang menyebutkan, sebelumnya pada Senin,18 Desember 2023 Tim Penyidik Kejari Bireuen telah menerima Panggilan dari Pengadilan Tipikor Banda Aceh.
“Panggilan itu untuk menghadiri sidang Praperadilan yang dijadwalkan pada Kamis, 21 Desember 2023 di Pengadilan Tipikor Banda Aceh di Banda Aceh,” katanya.
Setelah secara resmi menerima panggilan sidang Praperadilan tersebut Tim Penyidik Kejari Bireuen akan menghadiri panggilan sidang tersebut sebagaimana waktu yang telah ditentukan.
Selanjutnya, sebut Munawal Hadi, setelah nantinya Tim Penyidik mendengar Permohonan Praperadilan yang akan dibacakan oleh tersangka KH ataupun penasihat hukumnya di depan persidangan.
Tim Penyidik akan dengan segera membuat jawaban berupa sanggahan atau bantahan terhadap Permohonan Praperadilan yang diajukan KH. 
“Pada pokoknya menyatakan, penetapan tersangka KH yang telah dilakukan oleh Kejari Bireuen beberapa waktu lalu telah melalui prosedur hukum yang tepat sebagaimana yang dimaksud dalam KUHAP dan Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sehingga Praperadilan yang telah dimohonkan oleh tersangka KH adalah tidak tepat dan tidak berdasar hukum,” jelasnya.
Ditambahkannya, permohonan Praperadilan perihal sah atau tidaknya penetapan tersangka merupakan salah satu hak yang diberikan oleh Undang-undang kepada tersangka bilamana tersangka tidak sependapat dengan penetapan tersangka yang telah ditetapkan oleh Penyidik sebagaimana disebutkan dalam Putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014.
“Tim Penyidik Kejari Bireuen menilai Permohonan Praperadilan yang telah dimohonkan oleh tersangka adalah hal yang wajar karena hal itu merupakan hak yang diberikan oleh Undang-undang kepada tersangka,” ungkap Munawal Hadi.
Tim Penyidik Kejari Bireuen selama berjalannya proses penyidikan telah secara hati-hati dan cermat dalam melaksanakan tugasnya.
Sehingga dalam menetapkan tersangka, Tim Penyidik telah yakin tersangka adalah pelakunya dan tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Tim Penyidik juga tidak akan berbuat zalim terhadap seseorang yang tidak berbuat kesalahan,” tegasnya. (Ihkwati)










