KABAR BIREUEN – Meski tanpa dihadiri satupun pejabat teras kabupaten pelaksanaan Bursa Inovasi Desa ( BID ) yang terakhir di kabupaten Bireuen sukses digelar di gedung serbaguna, kecamatan Makmur,Rabu ( 11/9/2019).

Bupati Bireuen yang diwakili Camat Makmur, Azmi S.Ag dalam sambutannya saat membuka acara ini mengatakan, Bursa Inovasi Desa ( BID ) ini diharapkan dapat membawa pengaruh kepada peserta dari setiap desa untuk diaplikasikan pada perencanaan APBG tahun 2020 mendatang.

“Dengan BID diharapkan masing – masing desa memperoleh hal yang baru agar bisa diisi pada rencana APBG tahun depan,” harap Azmi.

Setelah membuka acara ditandai dengan menabuh rapai, camat Makmur menyempatkan diri menyerahkan penghargaan gampong inovasi yang diberikan kepada Gampong Leubu Cot sebagai gampong inovatif pencegahan stunting melalui pengadaan jambanisasi sehat dan Matang Kumbang berinovasi pencegahan stunting dengan pemanfaatan tanaman obat keluarga ( Toga ) terbaik.

Muhammad Abdullah, ketua Tim Program Inovasi Desa (TPID) kecamatan Makmur sekaligus panitia pelaksana dalam laporannya menjelaskan, Bursa Inovasi Desa ini diikuti 81 peserta merupakan perwakilan 27 gampong terdiri dari Tuha Peut, Keuchik dan keterwakilan perempuan serta para undangan yang semuanya berjumlah 120 orang.

Kegiatan sehari yang mengambil tema “Melalui Bursa Inovasi menjembatani gampong dalam penggunaan dana gampong yang lebih efektif dan inovatif, neujak beutroh neuduk beugot neucok yang jroh neupesampo dalam APBG” dengan tujuan adanya peningkatan kewirausahaan dan kualitas sumber daya masyarakat gampong.

Lebih lanjut Muhammad Abdullah menuturkan, tujuan BID juga agar adanya penggunaan infrastruktur yang diharapkan masyarakat sebagai sarana pengembangan perekonomian warga desa.

” Pokoknya kita harapkan setiap gampong pada tahun 2020 ada alokasi dana untuk inovasi desa, baik bidang kewirausahaan ekonomi, infrastruktur dan peningkatan SDM,” tegas Muhammad Abdullah.

Pada kesempatan lain, Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa ( PED ) Muzakkir dalam paparannya , menginginkan masyarakat agar melahirkan ide kreatif untuk peningkatan kesejahteraan dengan pengembangan berbagai sektor melalui BUMG.

“Kembangkan sektor perikanan, peternakan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi,” ujar Muzakkir.

Sementara itu anggota DPRK Bireuen dari Partai Aceh , Zulkarnaini yang dimintai komentarnya tentang BID, mendorong supaya pemerintah mengadopsi program inovatif semisal PID ini, tapi implementasinya harus sesuai potensi desa.

“Dengan kehadiran Tim PID dan PLD selayaknya setiap desa tidak meraba – raba dalam pengembangan inovasi,” jelas Zulkarnaini atau sering disapa Zoel Sopan.

Namun disisi lain politisi Partai Aceh ini menyatakan, masyarakat Makmur hari ini merasa kecewa dengan ketidak hadiran bupati serta pejabat lainnya untuk membuka acara ini.

“Seharusnya kalau bupati berhalangan bisa diganti pejabat lain, masih banyak pejabat lain untuk menggantikannya karena ini kan bentuk penghargaan kepada warga Makmur,” pungkas Sekretaris Fraksi Partai Aceh ini.

Turut hadir pada kegiatan ini, Adnan dari DPMGPKB , Kapolsek, Danramil, kepala KUA A.Halim S.Hi, dan para undangan lainnya. (Faisal Ali)

BAGIKAN