Plh Kacab Rutan Bireuen Fauzi,SH

KABAR BIREUEN – Mengatasi pengawasan dan pengamanan narapidana dan tahanan Cabang Rutan Bireuen yang terus melonjak, pihak Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Aceh sejak Februari 2018 telah menambah 20 tenaga sipir baru untuk Cabang Rutan Bireuen.

Ke-20 tenaga sipir baru merupakan tenaga muda yang direkrut Kanwil Kemenkumham Aceh baru-baru ini guna mengatasi kekurangan tenaga sipir di Cabang Rutan Bireuen.

Dengan penambahan itu Cabang Rutan Bireuen yang sebelumnya hanya memilki 20 petugas sipir, kini sudah bertambah menjadi 40 orang.

Petugas tersebut sudah dapat melakukan pengawasan dan pengamanan para napi dan tehanan Cabang Rutan Bireuen yang jumlahnya sudah setara dengan status penghuni Lembaga Pemasyarakatan.

Plh Kacab Rutan Bireuen Fauzi,SH menjelaskan hal itu menjawab pertanyaan Kabar Bireuen di ruang kerjanya, Rabu (21/2/2018).

Dikatakan, hingga 21 Februari 2018, jumlah penghuni Cabang Rutan Bireuen mencapai 335 orang, termasuk 9 orang wanita, terdiri dari napi 251 orang dan tahanan 84 orang.

Para napi golongan B1 menjalani hukuman 1 sampai 20 tahun, termasuk narapidana Sunardi yang membunuh toke sapi di Kecamatan Juli menjalani hukuman 20 tahun penjara.

“Kasus para napi dan tahanan Cabang Rutan Bireuen 70 persen didominasi kasus narkoba, KDRT, pencurian, penipuan dan beberapa kasus lainnya,” sebut  Fauzi.

Menurut Fauzi, selaku Kasi Pelayanan Napi dan Tahanan, kondisi para napi dan tahanan Cabang Bireuen dalam kedaan sehat.

Jika ada napi dan tahanan yang sakit baik siang maupun malam dilayani dengan baik oleh pentugas diantarkan ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapat pelayanan kesehatan.

“Konon lagi dengan adanya penambahan 20 petugas sipir, sudah memadai dalam melakukan pengawasan dan pengamanan. Serta memberikan pelayanan terbaik kepada para napi dan tahanan selaku penghuni Cabang Rutan Bireuen,” pungkas Fauzi. (Abu Iskandar).

BAGIKAN