KABAR BIREUEN – Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Bireuen yang berlokasi di Desa Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, Bireuen masih minim lahan praktik siswa.

Hal tersebut diungkapkan Kepala SMK PP Negeri Bireuen, Hamdan SPd MPd pada acara syukuran penyambutan peserta didik baru Tahun Ajaran 2020/2021, Sabtu (18/7/2020).

“SMK-PP lebih banyak kegiatan praktik dengan belajar di ruangan, sehingga butuh lahan yang luas. Beda dengan sekolah umum,” kata Hamdan yang didampingi Komite Sekolah H. Mawardi.

Menurutnya, selama ini untuk praktik siswa seperti lahan penanaman rumput dan kandang ternak harus meminjam lahan milik Gampong (Desa) Paya Lipah dan lahan milik warga.

Oleh sebab itu, mantan Wakil Kepala SMK-PP Negeri Saree Aceh bidang Pengembangan SDM ini berharap ke depan Pemerintah Aceh dapat menganggarkan dana penyediaan lahan praktik siswa.

“Yang namanya pertanian itu butuh lahan ataupun tempat. Sekalipun hidroponik juga perlu tempat,” sebut kepala sekolah yang dilantik pada 1 Maret 2019.

Ditanya jumlah program studi (prodi) pada SMK-PP Negeri Bireuen saat ini, kata Hamdan, tiga prodi, yaitu Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR) dan Kesehatan Hewan (Keswan).

Di antara tiga prodi, mana yang lebih diminati? “Ketiganya sama sama diminati oleh siswa,” jelas Hamdan.

Soal jumlah guru PNS pada sekolah yang bernaung di bawah Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh ini, sekarang hanya lima orang. “Selebihnya guru yang dikontrak oleh Dinas Pendidikan Aceh dan Dinas Pertanian Aceh,” tandasnya.

Acara syukuran penyambutan peserta didik baru SMK-PP Negeri Bireuen Tahun Ajaran 2020/2021 dirangkai dengan memotong rambut semua siswa oleh kepala sekolah dan pembina disiplin dari Babinsa Koramil 06 Peusangan Kodim 0111/Bireuen Sertu Muzakir dan Serda Yusup.

Selanjutnya siswa baru juga dimandikan dengan air bunga dan diakhiri makan bersama menu kuah beulangong khas Aceh Besar.

Para siswa baru tersebut selama dua hari telah diajarkan Peraturan Baris Berbaris (PBB) oleh Sertu Muzakir dan Serda Yusup.

Amatan media ini, di SMK-PP Negeri Bireuen sudah dipasang alat cuci tangan (westafel) dan yang memasuki kawasan sekolah itu juga diwajibkan memakai masker sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. (Rizanur)

BAGIKAN