KABAR BIREUEN, Bireuen – Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, SMA Muhammadiyah Bireuen resmi meluncurkan program pendidikan berbasis empat pilar ilar utama. Empat pilar yang menjadi fondasi baru ini adalah, Al Islam, Entrepreneur, Digital dan Bilingual.
“Keempat pilar yang menjadi fondasi baru ini adalah sebuah terobosan untuk mencetak generasi berkarakter kuat, mandiri secara ekonomi, melek teknologi dan berdaya saing global,” kata Kepala SMA Muhammadiyah Bireuen, Rizki Dasilva, PhD pada acara sosialisasi empat pilar utama pendidikan, di gedung SMA Muhammadiyah Bireuen, Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang Bireuen, Sabtu (8/8/2026).
Ia menjelaskan, bahwa keempat pilar ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yang dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.
Sebut Rizki, Visi SMA Muhammadiyah Bireuen, “Mewujudkan Sekolah Menengah Atas yang Islami, Berbasis Entrepreneur dengan Aplikasi Digital, Bilingual dan Character Building” menjadi landasan utama program ini.
Kepala sekolah yang juga seorang motivator ini memaparkan tentang empat pilar pendidikan yang menjadi fondasi utama bagi siswa SMA Muhammadiyah Bireuen.
“Pertama, Al-Islam. Yang kami tanamkan melalui pembiasaan ibadah, pembinaan akhlak mulia, dan program unggulan Tahfizul Qur’an. Kedua, Entrepreneur. Di mana siswa tidak hanya diajarkan teori bisnis, tetapi juga praktik wirausaha langsung melalui ruang entrepreneurship yang kami sediakan,” ujar Rizki Dasilva di hadapan para orang tua dan tenaga pendidik dalam acara sosialisasi tersebut.
Lebih lanjut, kepala sekolah milik Persyarikatan Muhammadiyah sekaligus akademisi yang meraih gelar doktor di bidang Islamic Education pada Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia ini memaparkan pilar ketiga dan keempat.
“Ketiga, Digital. Kami membekali siswa dengan penguasaan teknologi digital dan literasi data. Baru-baru ini, kami mengirim 18 siswa baru mengikuti workshop menulis esai dengan teknologi AI di Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai bagian dari program pengembangan literasi dan teknologi bagi siswa berbakat,” imbuhnya.
“Keempat, Bilingual. Kami membiasakan bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa sehari-hari di lingkungan sekolah, agar siswa siap bersaing di kancah internasional,” papar penulis 12 buku dan penerima penghargaan juara 1 kepala sekolah berprestasi Kabupaten Bireuen ini.
Penerima penghargaan Gurusioner Inspiratif tingkat nasional ini juga menegaskan, program empat pilar utama adalah bentuk adaptasi sekolah terhadap kebutuhan zaman.
“Kami tidak ingin siswa hanya pintar secara kognitif, tetapi mereka harus menjadi generasi emas yang saleh, mandiri, berprestasi, dan berjiwa entrepreneur sesuai dengan tuntunan Alquran dan As Sunnah. Dengan perpaduan keempat pilar ini, kami optimis lulusan SMA Muhammadiyah Bireuen akan menjadi pemimpin masa depan yang berakhlak, kompeten, dan mampu membawa perubahan bagi bangsa,” ujarnya.
Terakhir, sebut pria yang akrab disapa Ustaz Rizki ini, dengan implementasi 4 pilar utama ini, SMA Muhammadiyah Bireuen berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah lain di Aceh.
“Khususnya dalam mencetak generasi yang berkarakter Islami, mandiri secara ekonomi, dan berdaya saing global,” pungkasnya. (Rizanur)













