Siswi SMA Sukma Bangsa Bireuen Ghea Ghaitsa Lulus Program Asia Kakehashi ke Jepang Bersama Bina Antarbudaya

Siswi SMA Sukma Bangsa Bireuen, Ghea Ghaitsa lulus menjadi peserta program Asia Kakehashi Project ke Jepang Bersama Bina Antarbudaya.

KABAR BIREUEN- Siswi SMA Sukma Bangsa Bireuen, Ghea Ghaitsa lulus  menjadi peserta program Asia Kakehashi Project ke Jepang Bersama Bina Antarbudaya.

Pelajar kelas X-IPA tersebut rencananya akan berangkat ke Jepang pada 17 Juni 2022 mendatang dan mengikuti program tersebut selama 8 bulan di Negeri Sakura tersebut.

Putri ketiga pasangan pengusaha Doorsmeer, Mirza Fuady ST dan Ritahayati ST tersebut  saat ini sedang mengikuti orientasi di Jakarta.

Gadis cantik kelahiran 23 Mei 2006 tersebut sangat terharu setelah terpilih menjadi peserta program Asia Kakehashi Project ke Jepang.

Ibunda Ghea, Ritahayati ST kepada Kabar Bireuen, Rabu (15/6/2022) menyebutkan, selaku orang tua, dia berharap putrinya tersebut  bisa menjalankan program ini dengan baik.

“Semoga bisa memperkenalkan budaya  Indonesia di Negeri Sakura dan menjadi motivasi dan inspirasi bagi orang lain,” harap Rita yang saat ini menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bireuen itu.

Sementara itu, Kepala SMA Sukma Bangsa,  Kartika Hakim, S.S,M.A didampingi Wali Kelas X-IPA, Mukhlisanur, S.Pd yang ditemui Kabar Bireuen di sekolah tersebut, Rabu, 15 Juni 2022 merasa bangga siswinya menjadi salah satu peserta yang lulus program Asian Kakehashi Project ke Jepang bersama Bina Antarbudaya setelah melewati sejumlah tahapan.

Kepala Sekolah Sukma Bangsa, Kartika Hakim, S.S,M.A didampingi Wali Kelas X-IPA, Mukhlisanur, S.Pd

Dikatakannya, Ghea mendaftar secara mandiri ke program tersebut, sama seperti kakaknya dulu, Ghina Ghefirra yang juga lulus program program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada 2018 lalu .

“Pihak sekolah pasti mendukung dan tidak menghalangi siswanya yang membantu dalam hal kelengkapan dokumen, mengeluarkan surat rekomendasi, berupa surat cuti sekolah. Karena Ghea harus mengikuti program di Jepang selama 8 bulan,” ungkapnya.

Ditambahkan wali kelasnya, Mukhlisanur, selama ini Ghea dikenal seabagi murid yang mandiri, penuh semangat serta aktif dan komunikatif.

“Kita berharap selama di Jepang dia bisa belajar dan menambah wawasan serta memperkenalkan budaya Aceh di sana,” sebutnya.

Dia berharap, nantinya setelah mengikuti program di Jepang dan kembali ke sekolah, Ghea bisa membagi pengalamannya dan memotivasi  teman-temannya.

Sekedar diketahui, Asia Kakehashi Project adalah program beasiswa dari pemerintah Jepang untuk siswa/i SMA Indonesia yang bertujuan untuk menjembatani pemahaman antarbudaya Jepang dengan negara-negara di Asia. Program ini ditujukan untuk siswa/i yang tengah mempelajari bahasa Jepang di sekolah atau di lembaga bahasa lainnya

Bina Antarbudaya adalah organisasi non pemerintah, non profit, berbasiskan relawan dan merupakan mitra dari AFS Intercultural Program, yang bertanggung jawab dalam melaksanakan program-program pertukaran pelajar seperti AFS dan Youth Exchange and Study (YES). (Ihkwati)