KABAR BIREUEN, Peusangan – Universitas Islam Aceh (UIA) mewisuda 227 lulusan program sarjana (S1) dan magister (S2) dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan XXXVIII di Auditorium Universitas Islam Aceh, Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Selasa (20/10/2026).
Dari total lulusan tersebut, sebanyak 32 orang meraih predikat cum laude atau lulus dengan pujian, sedangkan 195 lainnya memperoleh predikat sangat memuaskan.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIA, Dr. Dhiauddin, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan, wisudawan berasal dari enam program studi jenjang sarjana dan magister.
Rinciannya, Program Magister Pendidikan Agama Islam meluluskan 33 orang. Sementara itu, jenjang sarjana terdiri atas Pendidikan Agama Islam sebanyak 58 orang, Manajemen Pendidikan Islam 18 orang, Pendidikan Bahasa Arab 28 orang, Ekonomi Syariah tujuh orang, serta Hukum Keluarga Islam 83 orang.
Rektor UIA, Dr. Nazaruddin, M.A., dalam pidatonya menyampaikan, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal tanggung jawab para lulusan untuk mengamalkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital, dia mengingatkan para lulusan agar terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta menjaga kejujuran dan integritas dalam menggunakan ilmu pengetahuan maupun teknologi.
“Gelar akademik bukanlah akhir dari pembuktian, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Nazaruddin.

Menurutnya, keberhasilan seorang sarjana tidak cukup diukur dari gelar atau prestasi akademik, tetapi juga dari kontribusi nyata bagi masyarakat serta kemampuannya menjaga etika dan kebenaran.
Dia menekankan, integritas merupakan prinsip yang tidak boleh dikorbankan demi keuntungan sesaat. Kemajuan teknologi, kata dia, semestinya memperkuat kualitas berpikir dan produktivitas, bukan menjadi sarana untuk melakukan kecurangan.
“Reputasi dapat dibangun melalui prestasi, tetapi kehormatan hanya dapat dipertahankan melalui integritas,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Nazaruddin juga memaparkan sejumlah capaian UIA dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat daya saing institusi.
Program Studi Pendidikan Agama Islam UIA meraih akreditasi Unggul pada tahun lalu, disusul Program Studi Ekonomi Syariah pada tahun ini. Selain itu, Galeri Investasi UIA memperoleh GI BEI Award 2026 dalam kategori Aktivitas Edukasi dan Pemerataan Informasi.
UIA juga meraih 10 penghargaan dalam ajang PTKIS Award dan AICISSS Award 2026, serta masuk nominasi perguruan tinggi binaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sebagai institusi yang berpotensi unggul.
Rektor turut berpesan agar para lulusan menjaga nama baik almamater, menghormati orang tua, serta menjadikan ilmu sebagai landasan untuk berkarya dan mengabdi.
Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati UIA Angkatan XXXVIII. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat menjadi bekal untuk berkarya, menjaga integritas, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bireuen, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Islam Aceh Angkatan ke-38,” ujar Mukhlis.
Dia menegaskan, kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kemajuan suatu daerah. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang kompeten, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial.
Menurut Mukhlis, UIA tidak hanya berperan sebagai tempat memperoleh gelar akademik, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, serta penghasil gagasan dan inovasi untuk menjawab persoalan masyarakat.
Dia berharap, UIA terus meningkatkan mutu pendidikan, menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, memperluas kerja sama dengan pemerintah dan dunia usaha, serta mendorong penelitian dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam, luas wilayah, ataupun pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang mengelola dan memanfaatkan seluruh potensi tersebut,” katanya.
Mukhlis juga berharap perguruan tinggi dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Wisuda Angkatan XXXVIII ini menjadi momentum bagi para lulusan UIA untuk memasuki tahap baru dalam kehidupan profesional dan sosial, sekaligus mengimplementasikan ilmu, nilai-nilai keislaman, dan integritas dalam berbagai bidang pengabdian. (Hermanto)












