KABAR BIREUEN, Peusangan – Universitas Almuslim (Umuslim), Kabupaten Bireuen, Aceh, memperluas jejaring kerja sama internasional dengan University of Southern Mindanao (USM), Filipina, melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) secara daring pada Selasa (13/10/2026).
Kemitraan ini membuka peluang kolaborasi di berbagai bidang, mulai dari pertanian, pendidikan, sosial dan kebudayaan hingga pemberdayaan masyarakat serta pengembangan sumber daya manusia.
Penandatanganan MoU tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi dan penjajakan kerja sama yang telah dirintis melalui kunjungan Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., ke University of Southern Mindanao pada awal 2025.
Prosesi penandatanganan berlangsung secara daring dari kampus masing-masing, yakni Universitas Almuslim di Bireuen, Aceh, dan University of Southern Mindanao di Filipina.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao City. Pihak USM didampingi Hon. Agus Trenggono, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Davao City, serta Vetty Andiana, Konsul Bidang Informasi, Sosial, dan Budaya KJRI Davao City.

Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., mengatakan, kerja sama internasional merupakan bagian penting dari upaya universitas untuk berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Menurut Marwan, kemitraan dengan USM memiliki nilai strategis karena Aceh dan Mindanao memiliki sejumlah kesamaan serta potensi yang dapat dikembangkan bersama, khususnya dalam bidang pertanian, pendidikan, sosial, kebudayaan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia.
Dalam naskah sambutannya, Marwan juga menegaskan, kemitraan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi kedua universitas untuk saling belajar, berbagi pengalaman, mengidentifikasi kepentingan bersama, serta mengembangkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata.
“Universitas Almuslim berharap, kemitraan ini tidak hanya memperkuat reputasi dan internasionalisasi kedua perguruan tinggi, tetapi juga melahirkan kolaborasi yang berdampak langsung bagi mahasiswa, dosen, peneliti, institusi, dan masyarakat,” demikian inti pesan Rektor Umuslim dalam sambutannya.
Dari pihak University of Southern Mindanao, penandatanganan MoU dihadiri sejumlah pimpinan universitas yang dipimpin Prof. Jonald L. Pimentel, SUC President IV. Dia didampingi Leorence C. Tandog, Ph.D., Vice President for Academic Affairs, serta sejumlah pimpinan fakultas, pusat penelitian, bidang hubungan internasional, dan akademisi.
Turut hadir Prof. Tamie Solpot, Dekan College of Agriculture; Prof. Ma. Luz Calibayan, Dekan College of Arts and Social Sciences; Prof. Bryan Lloyd Bretania, Direktur International Affairs; serta Dr. Frans Bert D. Gomez, Kepala Multicultural Indigenous Peoples Center for Research Education and Development.

Selain itu, sejumlah akademisi USM dari bidang bahasa dan sastra Inggris, komunikasi pembangunan, ilmu sosial dan filsafat, psikologi, pertanian, pendidikan, informasi, serta kriminologi juga mengikuti kegiatan tersebut.
Sementara itu, dari pihak Universitas Almuslim, kegiatan yang disaksikan secara daring dari kampus induk di Matangglumpang Dua, Bireuen, dihadiri langsung oleh Rektor Dr. Marwan, M.Pd., bersama Ketua Senat Universitas Almuslim, Ir. T. M. Nur, S.P., M.Si.
Turut hadir Wakil Rektor I Hakim Muttaqim, B.Soc.Sc., S.H., M.Ec.Dev., AFA; Wakil Rektor II Dr. Sonny M. Ikhsan Mangkuwinata, M.Si.; Wakil Rektor III drh. Zulfikar, M.Si.; Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Halus Satriawan, M.Sc.; serta para dekan, kepala biro, kepala lembaga, kepala unit pelaksana teknis (UPT), dan pimpinan unit terkait di lingkungan Universitas Almuslim.
Melalui penandatanganan MoU ini, Universitas Almuslim berharap hubungan kelembagaan dengan University of Southern Mindanao dapat ditindaklanjuti melalui program-program konkret yang mendukung penguatan akademik, pengembangan penelitian, pertukaran pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kemitraan tersebut sekaligus menjadi langkah Umuslim dalam memperluas kerja sama lintas negara dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan pendidikan serta pembangunan masyarakat di kawasan Asia Tenggara. (Red)












