KABAR BIREUEN – Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1439 Hijriah, Masjid Al Amin Kota Juang, Kabupaten Bireuen difungsikan untuk pelaksanaan shalat tarawih bagi kaum muslimin dan muslimat warga Kecamatan Kota Juang.
Masjid Al Amin Kota Juang dengan nama asal Masjid Geudong berlokasi di Desa Pulo Ara Geudong Teungoh yang rubuh total diguncang gempa besar tahun 1967. Selama 39 tahun lamanya belum dapat dibangun kembali.
Masjid tersebut baru mulai dibangun dengan swadaya masyarakat, sejak Keuchik Desa Pulo Ara Geudong Teungoh dijabat H. Mukhtar Yusuf.
Keuchik Pulo Ara Geudong Teungoh, Ridwan Aziz, SH yang baru menggantikan H Mukhtar Yusuf dan sudah menjabat keuchik tersebut selama 12 tahun (dua periode), dalam keterangannya kepada Kabar Bireuen, mengatakan, menyambut bulan suci Ramadhan, Masjid Al Amin yang berlantai dua ini mulai difungsikan untuk pelaksanaan shalat tarawih warga muslim Kota Juang sejak 1 Ramadhan 1439 hijriah. Meski pembangunannya baru mencapai 60 persen.
Dikatakannya, pembangunan masjid Al Amin berkat sumbangan masyarakat Kota Juang. Begitu juga perlengkapan lain, seperti sajadah, kipas angin dan sarana lainnya. Sehingga, lantai dua Masjid Al Amin sudah dapat difungsikan untuk warga Desa Pulo Ara Geudong Teungoh dan juga warga Kota Juang lainnya melaksanakan shalat tarawih.
“Masyarakat Kota Juang sangat antusias memberikan bantuan, agar pembangunan Masjid Al Amin cepat selesai. Sejak 1 hingga 10 Ramadhan, sedekah dari para jamaah tarawih mencapai Rp15,8 juta, di samping sumbangan sarana lainnya dari warga Kota Juang,” ujar Keuchik Ridwan Aziz.
Panitia pembangunan Masjid Al Amin Kota Juang sangat berharap kepada para dermawan Kota Juang Bireuen dan kaum muslimin di mana saja berada, agar berkenan menyedekahkan sedikit harta. Sehingga, pembangunan masjid tersebut dapat segera rampung.
“Bagi para dermawan dapat menyumbang dana melalui rekening panitia pembangunan masjid Al Amin Kota Juang, melalui Rekening PT Bank Aceh Syariat Capem Malikussaleh Bireuen, nomor: 660.01.99.000023-6,” harap Ridwan Aziz.
Sumber lain yang diperoleh Kabar Bireuen dari beberapa kalangan tetua di Bireuen, mengatakan, di awal kemerdekaan RI tahun 1948 masjid Geudong Negeri Jeumpa tersebut rubuh diguncang gempa besar tahun 1967. Saat Presiden Soekarno datang ke Kota Juang Bireuen tahun 1948, pernah melaksanakan shalat Jumat di masjid besar satu-satunya di Negeri Jeumpa saat itu. (H. AR Djuli)










